Pemkot Banjarmasin Kucurkan Rp 12 Juta Per Rumah untuk Akses Sanitasi

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 23 kabupaten/kota berpartisipasi dalam program sAIIG, yaitu program Hibah Infrastruktur Australia-lndonesia untuk sanitasi (sAIIG).

Banjarmasin menjadi salah satu dari 23 kabupaten/kota tersebut dan sudah menjalankan program ini sejak 2013.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengaku terbantu dengan adanya program ini, mengingat biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan akses sanitasi cukup besar.

Ia pun berharap, hibah melalui sAIIG dapat bertambah nilainya untuk tiap sambungan.

“Mungkin ada tambahan angka karena yang dikeluarkan pemerintah kota (pemkot) rata-rata Rp 12 juta per sambungan rumah (SR),” ujar Ibnu di Jakarta, di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Di sisi lain, hibah yang diberikan dari program ini hanya Rp 3,5 juta-Rp 5 juta per SR.

Ibnu menyebutkan, besarnya biaya untuk pembangunan sambungan sanitasi di Banjarmasin disebabkan kesulitan konstruksi.

Menurut Ibnu, kondisi alam ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan ini membuat lahan rumah-rumah penduduk berada 20 sentimeter di bawah permukaan laut.

Hal ini menyebabkan kendala besar dalam pembangunan drainase dan akses air limbah. Selain itu, biaya pembangunan akses sanitasi juga tidak hanya sambungan pipa.

“Mengganti tangki septik itu juga harus karena (pipanya) tidak nyambung antara yang dimiliki masyarakat dengan yang kami bangun,” kata Ibnu.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me