Pendukung atau Bukan, Eman Akan Rangkul Semua Pihak

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum REI 2016-2019 Soelaeman Soemawinata menyatakan akan secepatnya menata kembali harmonisasi di internal organisasi itu. Soelaeman akan melakukan konsolidasi dengan memaksimalkan seluruh potensi anggota REI, baik yang mendukung dirinya maupun tidak.

Pernyataan itu dipaparkan Soelaeman, Kamis (1/12/2016), menyusul terpilihnya dia sebagai Ketua Umum REI 2016-2019 pada Musyawarah Nasional (Munas) REI ke-15 di Hotel Fairmont Senayan, Rabu (30/11/2016) malam tadi. Melalui perhitungan suara cukup ketat, Soelaeman mengungguli Hari Raharta untuk menggantikan Eddy Hussy yang habis masa baktinya.

“Ini kemenangan seluruh anggota REI di seluruh Indonesia yang menginginkan adanya perubahan menuju REI ke depan yang lebih berwibawa, lebih maju dan lebih bermanfaat bagi anggota,” ujar lelaki kelahiran Bogor, 13 Oktober 1962, yang akran disapa Eman ini.

Untuk itu, lanjut Eman, selain wajah-wajah baru untuk penyegaran, dia memastikan akan memasukkan kader-kader terbaik REI di kepengurusan sebelumnya (Eddy Hussy) untuk masuk dalam kabinet kerja yang sedang disusun oleh tim formatur. Bahkan, Eman berjanji mengajak dan menawarkan posisi Wakil Ketua Umum REI periode 2016-2019 kepada “rivalnya” Hari Raharta.

“Dia (Hari Raharta) adalah kader terbaik REI yang cukup lama berkiprah di organisasi ini, dan tentunya berpengalaman. Saya ajak beliau, berikut pendukungnya untuk merapatkan kembali barisan pasca Munas REI,” kata alumni jurusan Teknik Planologi ITB tersebut.

Eman juga menyatakan siap bekerjasama dengan seluruh pemangku kebijakan di sektor properti, termasuk terus mendukung Program Sejuta Rumah (PSR) yang sedang digalakkan pemerintah.

Bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) REI periode 2016-2019 Totok Lusida, Eman akan melakukan identifikasi keberhasilan dan pencapaian yang sudah dilakukan pendahulunya Eddy Hussy untuk dapat dikawal dan diimplementasikan di daerah.

Beberapa contohnyaadalah PPh Final properti 2,5 persen dan penyederhanaan perizinan. Termasuk, lanjut Eman, mengidentifikasi program-program yang diajukan REI tetapi belum selesai dituntaskan, seperti aturan mengenai hunian berimbang.

“Yang jelas, dalam 10 hari setelah kepengurusan terbentuk, saya akan langsung berkoordinasi dengan seluruh DPD REI. Komunikasi intens dengan daerah-daerah cukup penting untuk memastikan kepentingan seluruh pengembang di daerah terlayani dengan optimal,” kata Eman.

Dalam visi-misinya, Eman-Totok menyatakan akan fokus pada tujuh pilar prioritas, yakni pendidikan dan pelatihan, pembiayaan dan perbankan, pertanahan, perpajakan, infrastruktur, tata ruang serta hukum dan perizinan. Nantinya, inilah yang perlu dicermati dari kepengurusan REI di bawah Eman dan Totok.

Seperti diberitakan, Rabu (30/11/2016), Eman berhasil mengungguli calon lainnya, Hari Raharta, dengan selisih tujuh suara. Dari total 189 suara daerah yang diperebutkan, Eman meraih 98 suara, sedangkan Hari 91 suara. Saat ini masih menjabat Ketua DPD REI Banten, sementara Hari Raharta adalah Sekretaris Jenderal DPP REI periode 2013-2016.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me