Bukan Hanya Kondotel, Investasi Rumah di Bali Menguntungkan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Bali sebagai destinasi wisata paling populer menjadi kawasan menjanjikan untuk pengembangan properti wisata, seperti hotel, kondotel, vila, dan resor. Keempat jenis properti itu mendominasi penawaran properti di Bali dan menjadi instrument investasi yang menarik bagi investor. Kendati kalah semarak dengan beberapa properti tadi pengembangan perumahan masih terus berlangsung.

Karangsari Mansion Denpasar

Karangsari Mansion Denpasar

Salah satunya Karang Sari Mansion di Jl Karang Sari, Padangsambian, Denpasar. Teguh Susanto, pengembang Karang Sari Mansion, mengatakan, pengembangan perumahan di Denpasar kian terbatas karena stok lahannya makin sedikit. Akibatnya, harganya cepat naik dan para pemilik rumah mendapat keuntungan (capital gain) besar.

“Denpasar itu kawasan paling sibuk dan merupakan pusat bisnis di Bali. Harga tanahnya tidak kurang Rp15 juta/m2, kendati tinggi banyak investor dan end user  tetap saja mencari rumah di kawasan ini,” ujarnya dalam publikasi yang diterima housing-estate.com di Jakarta, Kamis (1/12).

Karang Sari Mansion menawarkan rumah tipe 90/110 dan 110/110 seharga Rp1,35-1,55 miliar. Dari 16 rumah yang ditawarkan dalam setahun tersisa empat unit. Sejak ditawarkan harganya sudah naik 50 persen. Teguh menjelaskan, rumah yang dibangun di Bali harus menyediakan carport memadahi karena transportasi pribadi masih menjadi andalan. Ini disebabkan sarana transportasi umum di Denpasar belum berkembang.

“Di Bali masih cukup banyak wilayah punya potensi kenaikan capital gain tinggi, seperti Badung dan Canggu. Di Canggu ada Pantai Canggu, Pantai Berawa, dan Pantai Batu Bulan yang sangat disukai wisatawan,” pungkasnya.

housing-estate.com