Soelaeman Soemawinata Nahkoda Baru REI 2016-2019

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Banten Soelaeman Soemawinata, yang akrab dipanggil Eman, terpilih sebagai Ketua Umum DPP REI periode 2016-2019. Eman mengalahkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP REI, Hari Raharta Sudrajat pada pemilihan Ketua Umm REI di ajang Musyawarah Nasional Real Estate Indonesia (Munas REI) ke XV, di hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (30/11). Dalam pemungutan suara, Eman mengantongi 98 suara, sedangkan Hari Raharta Sudrajat sebanyak 91 suara.

Sebagai kader REI sejak 1998, Komisaris PT Delta Mega Persada (Alam Sutera Group) itu menegaskan dalam memimpin REI, dirinya tidak akan memandang perbedaan pengembang besar maupun pengembang kecil.Untuk itu pria kelahiran Bogor 13 Oktober dalam kampanyenya mengusung tagline Maju Bersama, Sahabat untuk Semua.

Maju Bersama artinya tidak ada prioritas antara pengembang besar atau kecil, pusat atau daerah. Kepentingan seluruh anggota akan diperjuangkan bersama. Sementara Sahabat untuk Semua dimaksud untuk menularkan semangat persahabatan di REI. Sejauh ini, REI dikenal sebagai salah satu organisasi paling solid di Indonesia. REI ingin mempertahankan ini dan menularkan hal tersebut juga terhadap organisasi lainnya di Indonesia.

Eman berjanji tidak akan membuat perbedaan dan sekat antara pengembang kecil di daerah dan pengembang besar nasional. Keduanya akan diberi porsi perhatian yang sama, mengingat Eman berasal dari pengembang besar namun juga memiliki beberapa perusahaan properti yang membangun rumah sederhana.

Alumni Fakultas Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Magister Manajemen dari Prasetiya Mulya tersebut memiliki visi untuk membawa REI menjadi organisasi yang lebih berwibawa, bermanfaat untuk anggota serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara. Ditegaskan, industri properti merupakan garda terdepan pembangunan nasional sehingga layak diberi perhatian lebih oleh pemerintah.

Eman mengaku sudah berkeliling ke 28 daerah di Indonesia dan menemukan adanya gap kebutuhan antara pengembang di daerah dan di Jakarta. Dimana pengembang di setiap daerah hanya berpikir sederhana bagaimana agar usahanya tumbuh dan tetap berjalan.

Menuntaskan kendala pendanaan pengembang daerah

Oleh karena itu, pada tahun pertama memimpin REI dia berjanji akan menuntaskan kendala pendanaan pengembang di daerah. Soelaeman mengatakan, persoalan di daerah memiliki corak yang berbeda dengan di Jakarta. Seharusnya, pengembang di daerah menjadi prioritas perhatian sebab program sejuta rumah justru lebih banyak mendapatkan tantangan di daerah.

“Fokus kerja saya adalah terkait pendanaan pengembang di daerah terutama pengembang rumah sederhana. Satu tahun pertama jangan sampai ada pengembang yang kreditnya macet di daerah, saya akan all out untuk masalah ini. Sebagai organiasi pengembang yang punya kapitalisasi power triliunan rupiah, kita harus punya wibawa yang tinggi di mata stakeholder, tidak hanya pemerintah tetapi juga perbankan. Kita punya posisi tawar yang besar ” ujar Eman.

Caranya dengan menyinergikan bank daerah dengan bank nasional seperti Bank Tabungan Negara (BTN) yang memiliki pengalaman dalam penyaluran kredit di sektor properti. Sebagai asosiasi pengembang yang terbesar dan tertua di Indonesia, Eman sangat yakin REI memiliki posisi tawar untuk mendorong perbankan mendukung pendanaan pengembang-pengembang kecil di daerah. Selain itu, dia tidak akan ragu-ragu untuk ikut berjuang membangun komunikasi yang baik antar pengurus REI di setiap daerah dengan kepala cabang perbankan setempat.

Lebih lanjut Eman mengatakan, perbaikan kebijakan di pemerintah pusat juga harus dibarengi dengan kinerja pemerintah daerah yang lebih baik lagi. Upaya tersebut tidak boleh lepas dari perhatian pusat kepada tiap-tiap daerah di Indonesia. “Saya akan kerahkan kemampuan REI pusat untuk bersama-sama selalu fokus menyelesaikan daerah,” katanya. YS

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me