Genjot Pendapatan, Bakrieland Fokus Pengembangan Aset Berkelanjutan

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bakrieland Development Tbk akan mulai fokus mengembangkan usaha properti yang dapat memberikan pendapatan berulang pada 2017 mendatang.

Hal itu dilakukan untuk menambah pendapatan perseroan karena berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2016, mengalami penurunan 28 persen dari Rp 1,08 triliun pada 2015 menjadi sebesar Rp 782 miliar.

“Bakrieland fokus pada usaha recurring dan seperti hotel dan kondotel karena belanja konsumen lebih stabil daripada investment spendings,” kata Presiden Direktur dan CEO Bakrieland Ambono Janurianto, saat paparan publik, di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Hotel atau kondotel yang dimaksud tersebar di Bogor, Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan, dan Lampung.

Di antaranya adalah Hotel Aston Bogor, Aston Rasuna, Neo+ Awana Yogyakarta, Grand Elty Krakatoa, dan Grand Elty Singgasana.

Selain hotel dan kondotel, produk recurring lainnya yang diharapkan bisa meningkatkan pendapatan adalah perkantoran seperti Rasuna Office Park, Bakrie Tower, Wisma Bakrie 1 dan 2, serta Epiwalk Office Suites.

Adapun penurunan pendapatan Bakrieland pada kuartal III-2016 ini disebabkan merosotnya penjualan tanah, unit apartemen, dan penjualan perumahan.

“Hingga kuartal III-2016 ini, secara umum industri properti Indonesia tidak dalam keadaan yang menguntungkan, tetapi kami terus optimistis dalam mengembangkan bisnis tahun ini dan juga pada 2017,” tambah Ambono.

Penurunan pendapatan itu diikuti laba kotor pada tahun berjalan yaitu sebesar Rp 346 miliar atau lebih rendah 42 persen dari periode yang sama tahun 2015 yaitu senilai Rp 595 miliar.

Sementara itu, total aset Bakrieland hingga kuartal III-2016 tidak berubah signifikan dari 2015, yakni sebesar Rp 14,6 triliun.

properti.kompas.com