Leonardo DiCaprio Bangun Eco-Resort

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Laki-laki ganteng ini tidak hanya dikenal sebagai pemain film berbakat, tapi juga pemerhati lingkungan. Kesukaannya bertandang ke pelosok negeri manapun, mulai dari untuk menyelam sampai mengamati lingkungan yang sudah rusak. Perhatiannya terhadap alam itu membuat DiCaprio berniat membangun sebuah sebuah resor ramah lingkungan.

 

online-dicaprio-1

Pilihan lokasinya adalah di Blackadore Caye, pulau kecil di Laut Atlantik, yang berada di wilayah Belize, sebuah negara tepi pantai di Amerika Tengah. Pulau ini bisa ditempuh 15 menit dari San Pedro, kota terbesar terdekat. DiCaprio membeli pulau ini di sekitar tahun 2005, senilai 1,75 juta dollar AS (Rp23,6 miliar).

Bersama mitranya, Paul Scialla, DiCaprio mendirikan Blackadore Development Group (BDG) dan telah menunjuk biro arsitek Aman and One&Only yang dikomandani Jean-Michel Gathy, untuk mendesain resor tersebut. Diberi nama Blackadore Caye Resort, Gathy terinspirasi dari reruntuhan peradaban bangsa Maya yang dikombinasikan dengan desain masa kini, modern minimalis. Wujudnya menjadi serupa sekelompok piramid khas bangsa Maya di antara rerimbunan pohon. Bangunan-bangunan didominasi material alami, seperti kayu dan marmer. Resor dengan lahan seluas 42 ha ini memiliki 36 residential estate homesdan 36 bookable bungalows.

Pembangunan resor ini akan dimulai pada awal tahun depan dan ditargetkan siap beroperasi tahun 2018. Paul Scialla menjelaskan, tidak hanya desain dan pemilihan material, dalam proses pembangunan pun akan menerapkan kepedulian pada lingkungan. Material lokal, imbuh Scialla, akan diutamakan, guna meminimalkan jejak karbon dan dukungan terhadap ekonomi lokal. Untuk itu, timnya memerlukan berdiskusi dan bertukar pendapat dengan semua pihak yang terlibat, termasuk penduduk setempat, selama enam bulan.

Nanti di setiap unit akan menerapkan eco-tech, guna mengatur kualitas udara, air dan cahaya. Seperti, dipakainya carcadian lighting system di setiap kamar-kamarnya, yaitu sistem tata cahaya dan pewarnaan yang dipercaya dan terbukti secara klinis bermanfat untuk tubuh. Di seluruh resor tidak akan digunakan energi berbahan fosil dan bahan-bahan kimia berbahaya. Akan dipasang beberapa panel sinar matahari sebagai sumber energi, selain juga fasilitas daur ulang air kotor dan hujan.
Tidak hanya mengembangkan resor, BDG juga akan bekerja sama dengan tim ahli lingkungan, ahli biologi maritim dan ahli zoologi untuk membantu memperbaiki lingkungan pulau kecil tersebut. Kondisi lingkungan pulau ini memang sudah rusak, pantai yang hancur karena hutan mangrove yang hancur dan penangkapan ikan yang melewati batas. Menurut pihak BDG, pada saat resor ini sudah beroperasi akan tercipta 400 kesempatan kerja, mulai dari staf di hotel sampai pekerja di kebun-kebun organik yang akan memasok kebutuhan resor. Scialla menerangkan hotel ini akan memberi pendapatan kotor sebesar 200 juta dolar AS (Rp2,7 triliun) hingga lebih dari 20 tahun. Berapa harga kamarnya? Sayangnya Scialla masih belum mau mengungkapkan. Yang jelas, pasarnya adalah pelancong kelas mewah yang rela menghabiskan uang sebesar 2-3 ribu dolar AS atau minimal Rp27 juta per malam.

Sumber: Bloomberg & New York Times

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me