Intiland Ajak Investor Kembangkan Graha Festival Surabaya

Big Banner

SURABAYA, KOMPAS.com – Optimistis dengan pemulihan sektor properti Surabaya tahun 2017 mendatang, PT Intiland Development Tbk menyiapkan area pengembangan komersial untuk dikerjasamakan dengan investor.

Area komersial tersebut adalah Graha Festival sepanjang 1,8 kilometer di koridor Jl Mayjen Yono Soewoyo dengan luas lahan total 10 hektar.

Hingga saat ini, area yang sudah dikembangkan baru seluas 2 hektar yang diisi oleh Spazio Tower I yang dilengkapi dengan ruang ritel, dan Spazio Tower II yang berisi hotel dan perkantoran.

Menurut Chief Operating Officer (COO) dan Vice President Director PT Intiland Development Tbk Sinarto Dharmawan, Graha Festival dirancang sebagai solusi atas kebutuhan gaya hidup praktis.

“Selain itu juga untuk mendayagunakan lahan dan memaksimalkan ruang perkotaan dengan memenuhi prinsip density, diversity, dan proximity,” tutur Sinarto kepada Kompas.com, Kamis (8/1/2/2016). 

Sinarto menambahkan, density atau densitas menyangkut memaksimalkan ruang yang ada. Pengembangan perkotaan harus berbasis pada penggunaan ruang yang maksimal, namun memanfaatkan lahan secara minimal.

“Dalam hal ini, pembangunan harus ke atas atau vertikal. Baik hunian, perkantoran, maupun ruang komersial,” imbuh Sinarto.

Sedangkan diversitas terkait dengan keberagaman. Dalam hal ini, pengembangan perkotaan harus mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat yang beraneka, mulai dari sosial, ekonomi, budaya, suku, agama, profesi, golongan, dan lainsebagainya.

Faktor berikutnya adalah proksimitas atau kedekatan. Ini tak kalah penting karena berpotensi mengurai kepadatan lalu lintas, dan juga menjadi salah satu solusi menghindari kemacetan.

Tiga hal tersebut, kata Sinarto, bisa diwujudkan dalam pengembangan properti berkonsep multifungsi atau mixed use.

Mixed use adalah masa depan properti, dan masa depan perkotaan padat, macet, dan semrawut seperti Jakarta, dan Bandung,” tutur Sinarto.

Pengembangan terintegrasi memungkinkan penghuni beraktivitas, dalam sebuah kawasan secara efektif, dan efisien. Mereka tidak perlu menggunakan kendaraan hanya untuk makan, minum, atau belanja kebutuhan sehari-hari.

Dan Graha Festival diciptakan untuk itu. Sinarto mengakui, untuk membangun area multifungsi ini butuh biaya puluhan triliun Rupiah. Satu proyek mixed use bisa menelan dana sekitar Rp 1 triliun, di luar harga lahan.

“Untuk sisa 8 hektar, berarti potensi pengembangan multifungsinya sekitar 6 sampai 8 proyek lagi. Itu butuh sekitar 8 triliun hingga Rp 10 triliun dengan masa pengembangan sepuluh sampai lima belas tahun,” tambah Sinarto. 

Karena itu, kata dia, terbuka kesempatan bagi investor untuk bergabung. Bisa investor atau jaringan pengelolaan hotel, atau perusahaan-perusahaan yang ingin membuka kantor cabang. 

Nantinya, Graha Festival akan seperti sabuk komersial lain di kota-kota dunia. Jika mencontoh Jakarta, mungkin akan seperti Jl Prof Dr Satrio.

 

 

 

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me