Pasca Gempa, Infrastruktur di Pidie Jaya Masih dalam Kondisi Aman

Big Banner

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengklaim kondisi infrastruktur di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen di Provinsi Aceh pasca-gempa masih dalam kondisi terkendali.

Meski begitu, beberapa kerusakan terjadi di jalan-jalan dan jembatan yang saat ini tengah ditangani Kementerian PUPR.

“Kami sudah mengirim beberapa unit pemecah beton, ekskavator, loader dan dump truck untuk kedaruratan,” kata Basuki dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (8/12/2016).

Untuk infrastruktur jalan nasional yang rusak, pecah dan amblas, sepanjang lebih kurang 10 kilometer di beberapa spot di Kabupaten Pidie Jaya, antara lain di Pante Raja dan Lueng Putu sudah mulai ditangani sejak siang tadi dengan penanganan sementara berupa pengisian agregat.

Sementara itu, kondisi jembatan masih fungsional meski terdapat penurunan jalan pendekat (oprit) pada 7 jembatan, yaitu Pante Raja, Krueng Seuma, Krueng Bie, Lhok Guda, Trieng Gadeng, Beuracan, dan Tutue Ara.

Untuk infrastruktur air, Basuki menyatakan ada beberapa sumur dangkal di kawasan permukiman yang menghilang.

Oleh sebab itu, pihaknya akan memanfaatkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) terdekat untuk sumber air bersih.

Sedangkan distribusi air bersih akan dilakukan melalui mobil tangki kapasitas 6.000 liter sebanyak 4 unit dan 4.000 liter sebanyak 5 unit.

Selain itu, Basuki menilai bangunan-bangunan di Aceh mesti menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang tahan gempa.

“Aceh sebagai daerah rawan gempa perlu memiliki building code dengan bangunan tahan gempa seperti RISHA. Lebih baik, lebih aman, dan lebih nyaman. Di lapangan kita lihat ada yang rubuh dan tidak, ini masalah kualitas bangunan,” sebut Basuki.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me