Tangerang Selatan Butuh 10 Hotel Lagi

Big Banner

Serpong, KOMPAS.com – Kebutuhan hotel di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) cukup tinggi, mengingat banyak kegiatan nasional dan internasional yang digelar di kota ini.

Tangsel tumbuh menjadi kota perdagangan dan jasa, hotel pun lebih dibutuhkan oleh kalangan profesional.

“Tangsel butuh sekitar 5-10 lagi. Kami menopang (kebutuhan kamar) untuk yang dekat itu ada Bandara Soekarno-Hatta dan Jakarta,” ujar Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indoensia (PHRI) Andre Sumanegara di Starlet Hotel Serpong, Tangerang Selatan, Senin (12/12/2016).

Selain itu, kata Andre, adanya Indonesia Convention Exhibition (ICE) juga menjadi faktor pendorong permintaan hotel di Tangsel.

Karena di ICE sering diadakan acara setingkat nasional dan internasional, banyak peserta mencari hotel sampai ke Tangsel yang berbatasan dengan Kota Tangerang.

Ia juga mengatakan, tahun depan Tangsel menambab 2 hotel baru yakni Amaris dan Swiss-belhotel.

“Nanti 2017, di sini akan tambah Amaris pada kuartal pertama. Hotel itu sudah jadi tinggal grand launch,” kata Andre.

Sampai saat ini, tutur dia, Starlet menjadi hotel ke-20 yang berdiri di Tangsel. Dengan pembukaan Starlet, jumlah kamar hotel di Tangsel berkisar 6.000 unit.

Starlet Hotel Serpong menyumbang 109 kamar dengan tipe twin deluxe, double deluxe, twin standard dan double standardPada hari pembukaan, sewa kamar per malam hotel ini mulai Rp 199.000.

Parador Hotel & Resorts, anak usaha PT Paramount Enterprise International, resmi membuka hotel tersebut di bilangan Gading Serpong, Tangerang Selatan.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com