Okupansi Perkantoran Intiland Di Atas 80%

Big Banner

 

JAKARTA – Rata-rata tingkat hunian (okupansi) ruang perkantoran PT Intiland Development Tbk menembus 80%. Sedangkan untuk ruang ritel berkisar 50-70%.

“Okupansi perkantoran Intiland Tower Jakarta mencapai 95%, Intiland Tower Surabaya 83%, dan Spazio 50%,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi, kepada Investor Daily, saat dihubungi dari Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pihaknya melihat kebutuhan terhadap ruang perkantoran pada saat ini cenderung flat sejak setahun terakhir. Namun, Intiland optimistis kebutuhan terhadap ruang perkantoran akan semakin meningkat seiring dengan membaiknya iklim investasi dan kondisi perekonomian nasional. “Kontraksi yang terjadi pada tingkat hunian maupun pasar sewa perkantoran hanya bersifat sementara dan kami yakin akan berangsur-angsur membaik,” tutur dia.

Sementara itu, Senior Associate Director Colliers Internasional Indonesia Ferry Salanto, mengatakan, tingkat keterisian ruang perkantoran pada 2016 mencapai 85%. Angka ini mengalami penurunan sekitar 10% dari tahun sebelumnya. Tren penurunan okupansi ini terjadi setiap dua tahun.

“Kita memprediksi okupansi tahun depan tidak lebih baik daripada tahun ini. Alasan utamanya karena kondisi over supply perkantoran di Jakarta,” kata Ferry kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (13/12).

Ferry mengatakan, pasar perkantoran sangat terpengaruh oleh kondisi makro ekonomi saat ini, terutama pertumbuhan gross domestic product (GDP). Dalam kondisi pertumbuhan GDP hanya 5,1 % pada tahun ini mengindikasikan lemahnya perekonomian Indonesia.

“Dengan asumsi pertumbuhan GDP 5,3% saja ini belum terlalu cukup untuk menyerap pasokan perkantoran. Jadi masih akan terjadi tingkat kekosongan. Idealnya tumbuh 5,5% untuk bisa menyerap dengan baik, tapi ini baru terjadi di tahun 2019,” jelas dia.

Theresia mengatakan, meskipun kondisi pasarnya relatif stagnan, namun kinerja pasar perkantoran Intiland relatif stabil tahun ini, khususnya untuk perkantoran sewa. Namun, untuk perkantoran strata title mengalami sedikit penurunan pada 2016. Kawasan Perkantoran South Quarter, misalnya, untuk pasar perkantoranstrata title sudah 99% terjual (tower A) dan untuk perkantoran sewa tower B di SQ sudah 82%. “Kami baru mulai memasarkan tower C di South Quarter, Jakarta,” kata dia.

Menyinggung tentang okupansi ruang ritel yang menjadi penunjang perkantoran Intiland, dia mengatakan, tingkat okupansi ritel SQ Dome mencapai 65%. Sedangkan okupansi di ritel Spazio, Surabaya sebesar 57%.

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me