Lamicitra Bangun Apartemen dan Town House Senilai Rp 5 T di Kawasan Darmo Hills

Big Banner

Surabaya – PT Lamicitra Nusantara Tbk akan mulai fokus mengembangkan proyek apartemen dan town house yang memanfaatkan lahan seluas 5 hektare di lingkungan hunian Darmo Hills, tepatnya di Jalan Mayjen Sungkono di kawasan Surabaya barat. Pembangunan proyek senilai Rp 5 triliun itu akan dimulai pada kuartal III 2017.

Direktur PT Lamicitra Nusantara Tbk, Priyo Setya Budi mengatakan perseroan sebetulnya sudah sejak lama merencanakan pembangunan apartemen, tetapi rencana itu baru akan direalisasikan pada 2017 sejalan dengan permintaan apartemen di Surabaya yang cukup tinggi seperti sekarang. Perseroan akan memanfaatkan landbank yang dimilikinya di kawasan hunian Darmo Hils sekarang seluas 5 hektare.

Lahan seluas itu selain akan digunakan untuk apartemen, di lokasi yang sama juga akan dibangun landed house yang mengusung konsep town house. Untuk proyek apartemen akan memanfaatkan 3 hektar dan 2 hektar untuk town house. “Untuk apartemen kita akan bangun 7 tower yang terdiri 400 unit dan untuk town house sebanyak 40 unit. Secara keseluruhan dua proyek itu akan menghabiskan dana Rp 5 triliun, dimana untuk apartemen tower sendiri akan menelan dana sebanyak Rp 4 triliun,” kata Priyo di Surabaya, Jumat (16/12).

Priyo menyatakan untuk proyek apartemen akan dibangun secara bertahap. Pada tahap awal perseroan akan menyiapkan dana Rp 500 miliar untuk membangun 5 tower yang berkapasitas 300 unit. Sedangkan sisa tower lainnya akan dibangun belakangan. “Kita akan mulai pasarkan awal tahun ini dan pembangunan proyek akan dimulai pada kuartal III tahun 2017,” ungkapnya.

Menurut Priyo. karena lokasinya di pusat kota, apalagi dengan fasilitas eksklusif yang ditawarkan, baik apartemen Darmo Hill maupun town house akan menyasar segmen menengah atas alias apartemen atau hunian mewah. Namun demikian, dia belum bisa menyebut harga jual yang ditawarkan.

“Yang jelas konsepnya hunian murni dan eksklusif. Namun juga ada fasilitas pendukung seperti food and beverage, gym, play ground, kolam renang. Nantinya juga akan dikombinasi dengan serviced apartement dan kondotel,” terang dia.

Sementara Direktur PT Lamicitra Nusantara Tbk, Robin Wijaya Gejali menambahkan, selain fokus di pengembangan real estate, tahun depan perseroan juga akan fokus pada penjualan proyek Pusat Grosir Surabaya (PGS) dan Tunjungan Electronic Center (TEC).

Sedangkan untuk kawasan industri berikat Tanjung Emas Export Processing Zone (TEPZ) yang menyediakan Standart Factory Building (SFB) dengan fasilitas berikatnya, saat ini gencar dilakukan pemasaran ke mancanegara untuk menarik investor asing.
Robin mengatakan dengan adanya proyek-proyek baru serta tren pertumbuhan ekonomi di tahun 2017, kinerja perseroan yang sempat menglami penurunan sepanjang 2016 karena terkikisnya penjualan dan pendapatan perseroan akan kembali tumbuh.

“Kami memproyeksikan ada pertumbuhan minimal meningkat 10%,” katanya.

Robin menyebut per 30 September 2016 perseroan membukukan penjualan atau pendapatan usaha sebesar Rp 74,592 miliar atau mengalami penurunan dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 255,927 miliar. “Terkikisnya penjualan dan pendapatan perseroan karena tahun ini tidak banyak pendapatan sewa yang masuk, karena memang kontrak jangka panjang. Demikian juga dengan penjualan real estate, meski ada pembayaran uang muka, namun belum bisa dimasukkan ke kas perseroan,” tandasnya.

Investor Daily

Amrozi Amenan/FMB

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me