Pengembang Bidik Segmen Menengah ke Bawah

Big Banner

Yogyakarta – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan lebih banyak membidik segmen menengah-bawah untuk meningkatkan target penjualan properti pada 2017.

“Pada 2017 kami akan melakukan reorientasi supply produk perumahan untuk lebih fokus ke segmen menengah ke bawah,” kata Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY, Nur Andi Wijayanto, di Yogyakarta, Selasa (20/12).

Menurut Andi, segmen menengah ke bawah (middle low) merupakan satu-satunya segmen penjualan properti yang tidak mengalami kontraksi pada 2016 dibanding segmen lainnya.

“Di segmen ini ada berbagai macam insentif fiskal dari pemerintah, salah satunya berupa pajak nol persen untuk PPn serta penyederhanaan izin untuk luasan area di bawah lima hektare,” kata dia.

Ia mengatakan, untuk saat ini rumah subsidi untuk wilayah DIY masih di kisaran Rp116,5 juta. Ia berharap, nilai tersebut dapat di-review agar dengan kondisi harga tanahnya yang tinggi saat ini bisa ikut berperan mendukung program satu juta rumah pemerintah dengan baik.

Nur Andi menyebutkan, per September 2016 penjualan rumah oleh para pengembang anggota REI DIY masih di bawah 1.000 unit, jauh dari target tahun ini mencapai 2.200 unit.

Menurut dia, penurunan atau kontraksi sektor properti sebesar 30-40 persen terjadi pada penjualan rumah dengan harga Rp500 juta ke atas. Adapun untuk segmen rumah menengah ke bawah dengan harga Rp300 juta ke bawah, termasuk untuk rumah subsidi/FLPP tidak mengalami kontraksi signifikan.

Padahal, menurut Andi, jika dilihat dari data penyediaan properti di DIY berdasarakan segmentasi pasar, untuk harga rumah Rp500 juta ke bawah (segmen middle low) hanya mencapai 15 persen. Sedangkan rumah dengan harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar (middle up) mencapai 65 persen, dan rumah dengan harga Rp1 miliar mencapai 20 persen.

 

/FER

ANTARA

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me