2017, Pengembang Harus Ubah Strategi Penjualan

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Pasar properti Indonesia pada 2017 nanti diprediksi akan lebih baik dari 2016. Oleh sebab itu, pengembang juga diharapkan mampu membuat iklim yang mendukung hal tersebut.

Salah satunya adalah dengan mengubah strategi penjualannya. Selama ini strategi pengembang dalam memasarkan produk propertinya hanyalah berkutat pada perkara harga.

“Ya jadi nanti 2017 pengembang jangan terlalu berorientasi kenaikan harga supaya pemulihan ekonomi itu bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit, kepada Kompas.com, Selasa (27/12/2016).

Menurut Panangian, 2017 menjadi momentum yang tepat bagi para pengembang untuk mengukur daya beli masyarakat dan tak melulu terpaku pada harga.

Harga yang begitu tinggi kerap menjadi batu sandungan konsumen untuk bisa membeli properti.

Maka dari itu, Panangian menyarankan pengembang untuk mengambil hati konsumen agar bisa masuk ke pasar yang diprediksi tahun depan meningkat.

Caranya, lanjut Panangian, bisa dengan memberikan bunga kredit yang menarik atau rendah dan memberikan fasilitas-fasilitas berbeda dengan pengembang lainnya.

“Sedangkan pembeli ada di dalam posisi tawar yang sama dengan pengembang jadi mereka bisa memanfaatkannya untuk menawar dan mencari keunggulan-keunggulan produk banyak pengembang,” pungkas Panangian.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me