Hunian Vertikal, Solusi Lahan Terbatas di Perkotaan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Perkembangan kawasan perkotaan perlu pengaturan dan perencanaan secara baik. Bila tidak dilakukan pertumbuhan kota dengan arus urbanisasi yang cukup tinggi akan semrawut dan daya dukung lingkungan semakin terbatas. Salah satu solusi yang dapat ditempuh adalah peremajaan kota atau urban renewal terutama  di sektor perumahan.

Pembangunan Rusun di Jakarta

Pembangunan Rusun di Jakarta

“Untuk hunian mutlak harus dikembangkan vertikal berupa rumah susun untuk memaksimalkan lahan yang kian terbatas,” ujar  Direktur Utama PT Agung Podomoro Land  (APL) Tbk, Cosmas Batubara,  saat penyerahan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi Universitas Gunadarma di Jakarta, pekan ini.

Urban renewal merupakan upaya terencana untuk mengganti sebagian  atau seluruh unsur-unsur lama dengan unsur-unsur baru yang bertujuan untuk meningkatkan vitalitas dan kualitas lingkungan. Dengan urban renewal suatu kawasan akan memberikan kontribusi lebih baik terhadap lingkungan makro.

Kendati menjadi solusi di perkotaan tantangan pembangunan hunian vertikal cukup besar karena masalah budaya masyarakat yang belum terbiasa tinggal di rumah susun. Tantangan ini yang harus dipecahkan oleh pemerintah dan kalangan pengembang mengingat  penyediaan rumah yang layak bagi masyarakat merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945.  Cosmas menyatakan sejak kabinet pertama  hingga sekarang masalah perumahan belum bisa diselesaikan. Di sinilah pentingnya program pembangunan sejuta rumah yang mencakup rumah sederhana tapak dan rumah susun.

“Makanya kami di APL memprioritaskan pengembangan hunian vertikal seperti  proyek  superblok Podomoro Golf View. Sebelumnya kami sudah mengembangkan Gading Nias Residence dan Kalibata City, tinggal sekarang dibutuhkan peran semua pihak khususnya pemerintah untuk edukasi dan sosialisasi berhunian di rumah susun,” tandasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me