Hemat Ruang Di Rumah Kecil

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Identifikasi aktivitasnya, bukan kebutuhan ruangnya. Mengacu pada ketentuan standar, rumah layak huni harus dapat menyediakan ruang minimal 9 m2 per orang. Jadi, keluarga beranggota empat orang (bapak, ibu dan dua anak) membutuhkan rumah seluas 36 m2. Asumsi itu hanya untuk kebutuhan ruang primer. Jika ada aktivitas tambahan lain, kebutuhan ruangnya juga harus ditambah.

Menurut arsitek Novriansyah Yakub, pemilik studio arsitektur Atelier Riri (Jakarta), dalam mendesain rumah kecil yang harus diidentifikasi adalah aktivitasnya, bukan kebutuhan ruangnya. Kita bisa mengakomodir aktivitas itu pada tempatnya (place) dan tidak selalu pada ruang (space)-nya. “Place dapat dibagi sesuai waktu kegunaannya, sedangkan space tidak. Maka ruang-ruang pun tidak boros dan sesuai kegunaan,” katanya.

Ia mencontohkan, beberapa proyek rumah yang pernah digarapnya di atas lahan dengan lebar hanya 4,5 – 5 m dan panjang 15 m, masih cukup layak dibangun dua lantai. Kuncinya, rumah kecil bisa digunakan dengan nyaman jika didukung perabot yang kompak. “Namun, pemahaman dan budaya masyarakat Indonesia yang terbiasa dengan ruang yang spacious (luas) memang agak susah diubah,” ujar arsitek yang akrab disapa Riri itu. Berikut tips-tips yang disarankan untuk membangun atau mendiami rumah kecil.

Prioritaskan ruang-ruang komunal yang bisa multifungsi

Prioritaskan ruang-ruang komunal yang bisa multifungsi

Ruang dan Layout

Terpenting dalam merancang sebuah rumah kecil di lahan terbatas, adalah penciptaan ruang harus terintegrasi dengan tata letak (layout) furnitur dan jalur sirkulasi, sehingga semua dapat berjalan secara efisien. Jangan mendahulukan gaya atau model karena itu bukan tujuan akhir sebuah rumah, melainkan kenyamanan penghunilah yang diutamakan. Prioritaskan kebutuhan ruang komunal seperti ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Okupansi di ruang-ruang itu harus bisa berubah-ubah sesuai waktu atau dibuat multifungsi. Misalnya, ruang makan untuk ruang belajar anak dan ruang keluarga sekaligus sebagai ruang tamu.

Kebutuhan area parkir kendaraan (carport) juga sulit dihindari di rumah urban yang jauh dari moda transportasi publik. Tidak hanya satu kendaraan, kini harus dipertimbangkan minimal satu mobil dan satu motor atau dua mobil sekaligus bisa tertampung di halaman rumah. Tujuannya mencegah memarkir kendaraan di luar rumah yang dapat mengganggu kenyamanan lingkungan perumahan karena memanfaatkan jalan atau lahan publik.

Kombinasikan rak terbuka dan tertutup

Kombinasikan rak terbuka dan tertutup

Area penyimpanan bisa di mana saja

Area penyimpanan bisa di mana saja

Manfaatkan dinding untuk tempat penyimpanan

Manfaatkan dinding untuk tempat penyimpanan

Kompak dan Optimal

Jika membeli rumah jadi, optimalkan fungsi-fungsi ruangnya. Sadari volume ruang, meliputi luas lantai dan ketinggian yang tersedia. Manfaatkan volume dalam peletakan furnitur yang berbentuk kompak dan sesuai ukuran. Furnitur tidak hanya diletakkan di lantai, tapi juga memaksimalkan pemanfaatan dinding-dinding sampai plafon. Usahakan perabot juga memiliki fungsi ganda terutama untuk tempat peyimpanan (storage). Area penyimpanan dapat diciptakan di ruang apa saja tergantung kebutuhan dan privasi. Manfaatkan sebanyak mungkin dinding dengan sistem penyimpanan berupa rak terbuka atau tertutup sesuai keperluan. Dayagunakan juga dak atap untuk tambahan area servis dan menjemur pakaian.

Sumber: Majalah HousingEstate

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me