Butuh 29 Tahun Untuk Menghapus Backlog Perumahan

Big Banner

 

JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa bila jumlah anggaran masih seperti saat ini, butuh 29 tahun untuk memangkas defisit (backlog) perumahan dari 11,4 juta unit menjadi nol.

“Melihat angka backlog yang masih cukup tinggi dan anggaran yang tersedia cukup kecil, diperkirakan butuh 29 tahun agar backlog menjadi nol,” kata Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Maurin Sitorus, di Jakarta, belum lama ini.

Dia menambahkan, upaya pemerintah memangkas backlog adalah lewat program pembangunan sejuta rumah per tahun.
Dirjen Penyedian Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanudin, pernah mengatakan, anggaran yang dikucurkan pemerintah melalui APBN hanya mampu membiayai sekitar 10% dari target sejuta rumah.

Menurut Maurin, pemerintah terus meningkatkan anggaran untuk mendukung sejuta rumah. Tahun 2016, anggaran pembiayaan perumahan yang dikucurkan pemerintah Rp 12,4 triliun dan tahun ini ditingkatkan menjadi Rp17,3 triliun.

“Pembiayaan pemerintah terus tingkatkan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Selisih Suku Bunga (SSB) diharapkan mampu membiayai sekitar 500 ribu rumah tahun 2017,” kata dia.

Karena itu, tutur dia, pemerintah mendorong perbankan yang menyalurkan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mempermudah pencairan kredit, termasuk kredit konstruksi. Di sisi lain, para pengembang juga didorong agar membangun rumah dengan kualitas tinggi. Selain itu, rumah yang dibangun semestinya sudah lengkap dengan sarana utilitas agar rumah MBR bisa digunakan untuk masyarakat.

“Sekarang ini kami juga terus mendorong pemerintah daerah mempermudah perizinan, agar program sejuta rumah ini lebih besar lagi,” ujarnya.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me