Perkantoran CBD Jakarta Bertambah Seluas 95 Kali Lapangan Bola

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com –  Kendati sepanjang 2016, area Central Business District (CBD) Jakarta tidak mengalami pertambahan suplai perkantoran, namun tahun ini diprediksi bakal melonjak lebih tinggi.

Hal ini seiring dengan revisi jadwal penyelesaian gedung-gedung perkantoran yang ditargetkan rampung pada 2016.

Colliers International Indonesia mencatat jika pada tahun ini pasokan perkantoran baru di CBD Jakarta melonjak 731.164 meter persegi, atau 95 kali luas lapangan sepakbola Gelora Bung Karno (GBK) Senayan.

Tambahan pasokan ini berasal dari 12 gedung perkantoran yang tersebar di koridor Gatot Subroto, Rasuna Said, Satrio, Mega Kuningan, Sudirman, dan Thamrin. 

“Banyak gedung baru di koridor Sudirman yang berdiri di atas tanah yang sama dengan tingkat demolishing gedung yang cukup tinggi,” ujar Senior Associater Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto, di Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Sayangnya, menurut Ferry, lonjakan pasokan ini tidak disertai perbaikan permintaan. Sebaliknya, permintaan justru menurun.

Pada akhir kuartal IV-2016, okupansi melorot 4,6 persen lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun lalu menjadi 84,8 persen.

Meski secara umum menurun, permintaan untuk perkantoran premium, justru menunjukkan pertumbuhan tipis 2,5 persen menjadi 91,0 persen.

Sementara tiga segmen perkantoran lainnya kompak merosot. Perkantoran Grade A turun 3,3 persen menjadi 82,2 persen, Grade B melandai 3,1 persen menjadi 91,6 persen, dan Grade C turun 3,9 persen menjadi 86,8 persen.

Kondisi ini memaksa harga sewa juga ikut luruh. Bahkan, luruhnya harga sewa ini telah berlangsung selama dua tahun terakhir. 

Colliers mencatat sebanyak 18 gedung perkantoran secara signifikan menyesuaikan harga sewanya lebih rendah dari tahun sebelumnya, sekitar Rp 100.000-Rp 250.000. 

Saat ini, tarif sewa gedung-gedung kantor tersebut menjadi rerata Rp 311.750 per meter persegi per bulan. Ini artinya, tergelincir 6,2 persen. 

Empat gedung

Colliers juga mencatat pasokan kumulatif sepanjang 2016 tercatat 5 juta meter persegi. Tidak terdapat penambahan suplai baru.

“Tanpa suplai tambahan pada semester dua 2016, suplai kumulatif perkantoran di CBD Jakarta ada di angka 5,48 juta meter persegi dan merepresentasikan 65 persen dari total ruang perkantoran di Jakarta hingga kuartal IV-2016,” kata Ferry.

Terdapat 12 gedung perkantoran yang mulai beroperasi di Jakarta dalam periode tersebut. Empat di antaranya berlokasi Centennial Tower, Capital Place, International Finance Centre 2, dan Sinarmas MSIG.

Semua itu menambah suplai perkantoran baru di Jakarta selama semester satu 2016 seluas 315.511 meter persegi.

Pada tahun kemarin juga Colliers mencatat Hero Building berhenti beroperasi. Bangunan yang terdiri dari dua menara tersebut rencananya akan dikembangkan kembali menjadi properti multifungsi bernama Synthesis Square.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me