Gedung Perkantoran: Kalau Okupansi Turun Tak Nutupi Biaya Operasional

Big Banner
Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Tahun 2017 sudah berjalan, namun pasar properti masih mengalami kelesuan. Begitu pula dengan sektor perkantoran, okupansinya berada pada angka di bawah 60 persen.

“Idealnya sih harusnya 80 persen. Jika di bawah itu bakal sulit menutup operating cost-nya,” kata Senior Associate Director Colliers Internasional Indonesia, Ferry Salanto, di Jakarta, Kamis (5/1).

Baca juga: “Lapangan” Baseball dalam Gedung Kantor, Keren Ya!

Selama 2016, ada 12 gedung perkantoran dibangun di Jakarta. Empat di antaranya berada di Central Businness District (CBD). Sepanjang 2016, suplai perkantoran totalnya 8,5 juta meter persegi yang 60%-nya berada di area pusat perbisnisan atau CBD.

Ferry berpendapat, ketersediaan unit perkantoran hingga tiga tahun mendatang (2017-2019) terus bertambah. “Jumlahnya bisa-bisa melampaui di atas 730 ribu meter persegi. Sedangkan okupansi harusnya di bawah 96 sampai 97 persen,” ucapnya.

Baca juga: Unit Gedung Perkantoran Ini Bisa Diangsur Sampai 48 Kali Lho!

Meski suplai gedung perkantoran selama 2016 melimpah dan mengalami perkembangan, namun itu belumlah cukup bisa dikatakan menggembirakan. “Pertumbuhan ekonomi kita yang melambat belum mampu menjadi daya pendorong, sehingga suplainya jadi over (berlebihan),” ujarnya. (Wit)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me