Hong Kong Kendalikan Harga Properti

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Harga properti di Hong Kong termasuk termahal di dunia, bahkan harga rumah tertinggi sejagat berada di sini. Begitu tingginya, sampai-sampai banyak warganya  tidak sanggup  membeli. Tidak heran sejak beberapa tahun lalu pemerintah Hong Kong turun tangan untuk mengendalikan. Peraturan terbaru yang diterbitkan November lalu adalah kenaikan bea transaksi residensial sebesar 15 persen untuk pembelian di luar rumah pertama. Kenaikan bea ini tidak berlaku bagi permanen residen yang mau membeli rumah pertama.

online-hongkong-li-ka-shing

Dampaknya memang positif untuk kenaikan harga, tapi sebaliknya terhadap harga saham perusahaan properti. Termasuk saham Cheung Kong (CK) Property Holdings Ltd, milik Li Ka-Shing (88 tahun). Saham developer milik konglomerat ini turun 15 persen sejak peraturan perpajakan baru itu diberlakukan. Padahal pada November 2016, harga rumah masih sangat tinggi.  Dan menurut data dari departemen penilaian dan peringkat kota Hong Kong, itu adalah harga tertinggi sejak 1979. Data dari the Centaline atas indeks harga rumah di pasar seken juga masih naik, jadi 146,3 pada 25 Desember 2016. Walaupun masih lebih rendah daripada data September 2015 yang pernah mencapai 146,92.

“Saat ini memang tidak mudah, apalagi kondisi suku bunga sedang naik dan kondisi politik pun sedang memanas, tetapi saya tetap yakin,” ucap Li Ka-Shing yang bisnisnya menggurita ke segala sektor, mulai dari supermarket, properti, sampai telekomunikasi.  Karena itu, walaupun mendukung upaya pemerintah Hong Kong untuk mengendalikan harga properti, namun Li tetap berharap harga masih bisa naik di tahun baru ini. Menurutnya, pasar realestat masih punya ruang untuk naik lagi. “Saya yakin harga masih akan naik, meskipun hanya sedikit saja,” katanya.

Walau tidak terlalu optimistis pada kondisi ekonomi 2017, namun Li menargetkan kalau pendapatan berulang CK Property akan bertambah 50 persen dalam dua-tiga tahun mendatang. Developer ini juga melaporkan kalau keuntungan usahanya pada semester satu 2016 masih naik tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

ck-properti

Tampaknya tidak hanya Li Ka-Shing saja yang masih optimistis, pun dengan pengembang lain. Seperti diberitakan oleh koran South China Morning Post  kalau sejumlah developer masih berani menawarkan properti barunya, dengan harga yang lebih tinggi. Contohnya, China Overseas Land & Investment Ltd. Tawarkan menara apartemen terakhirnya di bekas bandara Kai Tak, dengan harga 20 persen lebih tinggi daripada harga penawaran di bulan Agustus. Pengembang ini berani menaikkan harga, sebab HNA Group juga berencana membangun properti sejenis di daerah tersebut, menyusul developer ini baru membeli lahan seharga 1,8 miliar dolar AS.

Menurut The Bloomberg Billionaires Index, nilai kekayaan pribadi Li Ka-Shing mencapai 29,4 miliar dolar AS atau setara Rp 392,22 triliun.

Sumber: Bloomberg

 

 

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me