Menpupera Optimistis Program Satu Juta Rumah Tercapai

Big Banner

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) berharap program satu juta rumah yang dicanangkan pada tahun ini bisa tercapai. Hal ini melihat dari anggaran untuk sektor perumahan sudah mulai meningkat dan komitmen pengembanng juga cukup besar.

“Mudah mudahan tahun ini sudah lebih baik untuk program sejuta rumah. Komitmen pengembang juga siap membangun rumah rumah murah bagi masyarakat,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono, usai pengukuhan Pengurus LPJKN, di kantornya, Jakarta, Kamis (12/1).

Menurut Basuki, sikap optimistis itu dilihat dari adanya penambahan anggaran subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang semakin ditingkatkan pada tahun ini. Berdasarkan catatan, tahun 2015 program satu juta rumah capaiannya 790.000 unit, tahun 2016 minimal ada 805.000 unit.

“Anggaran FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) naik dari tahun 2015 sekitar Rp 5 triliun, 2016 sekitar Rp 10 triliun, dan tahun 2017 ini Rp 22 triliun, maka kita harapkan capaiannya bisa lebih baik lagi,” kata Basuki.

Sikap Optimistis pemerintah dalam pencapaian program satu juta rumah di tahun 2017 ini, lanjut Basuki, didukung oleh sejumlah pihak, termasuk dari pihak DPP Real Estate Indonesia (DPP REI) dan Apersi.

Apalagi, lanjutnya, setelah bertemu dengan kepengurusan DPP REI beberapa waktu lalu, Basuki mendapat komitmen dari REI bahwa pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan semakin digenjot lagi.

“REI sekarang lebih radikal lagi. Saya sudah bertemu dengan kepengurusan DPP REI yang baru, mereka memang akan semakin memfokuskan pada pembangunan rumah MBR sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kempupera, Maurin Sitorus, mengatakan, selain dana FLPP, pemerintah juga menyiapkan skema subsidi bantuan uang muka (SBUM) dengan alokasi anggaran mencapai Rp2,2 triliun. Dana tersebut diperkirakan bisa digunakan untuk 550.000 unit rumah MBR.

“Target SUBM sesuai rencana kerja pemerintah adalah sebesar 550.000 unit,” kata Maurin.

Maurin menjelaskan, bagi perbankan yang ingin menjadi bank pelaksana untuk SBUM harus memenuhi beberapa persyaratan, baik itu bank umum maupun bank umum syariah. Adapun persyaratan sebagai bank pelaksana SBUM salah satunya mengajukan surat pernyataan minat menjadi Bank Pelaksana kepada Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kempupera dan merupakan Bank Umum mitra pemerintah dalam pengelolaan rekening pengeluaran, rekening penerimaan dan rekening lainnya milik Kementerian Negara, Lembaga atau Satuan Kerja.

Lebih lanjut, Maurin mengatakan, program pembiayaan perumahan lainnya, yang sudah dilaksanakan pada tahun 2016 akan tetap terus dilaksanakan di tahun 2017.

“Program Pembiayaan Perumahan di tahun 2017 meliputi Program KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), Subsidi Selisih Bunga, Bantuan Uang Muka dan kita juga akan mencoba program yang baru yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan,” kata Maurin.

Investor Daily

Imam Muzakir/FER

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me