Mahasiswa dan Santri Sulsel Antusias Tinggal di Hunian Vertikal

Big Banner
Rusunawa bagi santri dan mahasiswa di Sulsel yang baru diresmikan oleh Kementerian PUPR, Rabu (11/1). Foto: Rumah123/Kementerian PUPR

Mahasiswa dan santri di Sulawesi Selatan, mendapat fasilitas dua Rusunawa (rumah susun sederhana sewa) pada Rabu (11/1) dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin.

Menurutnya, generasi muda Indonesia ke depannya mau tidak mau harus belajar hidup di hunian vertikal. Keterbatasan lahan jadi alasan peralihan dari hunian tapak ke rusunawa.

“Sekarang jangan pusing-pusing lagi jika ingin tinggal di rusun. Fasilitasnya mulai dari listrik, air, dan PSU sekarang lengkap dan tersedia,” katanya.

Baca juga: Terinspirasi Negara Luar, Perumnas Bangun Rusun Dekat Stasiun Kereta

Coba tengok Rusunawa Mahasiswa STIH Amsir. Bangunan tiga lantai ini terdiri atas satu menara kembar. Jumlah kamar yang tersedia sebanyak 56 unit dengan luas 24 meter persegi. Rusun ini mampu menampung 112 mahasiswa.

Sementara Rusun Ponpes Rahmatul Asri Enrekang, hanya memiliki satu rusun tiga lantai. Ada 12 unit kamar ukuran 75 meter persegi yang tersedia. Sedangkan kuota tampungannya sebanyak 152 santri.

Baca juga: Tahun Ini, Perumnas Bangun Rusun di Mana Aja Sih?

Wakil Wali Kota Pare-Pare, Faizal Andi Sapada, mengatakan, Kota Pare-Pare bakal jadi kota pendidikan. Adanya Rusunawa bagi mahasiswa ini diharapkan memberikan dampak positif perkembangan pendidikan. Sekaligus membantu mereka yang berasal dari luar kota.

Sejak meresmikan rusunawa tersebut, Kementerian PUPR telah menerbitkan Surat Keterangan (SK) pengelola Rusunawa.

“Mahasiswa yang ingin tinggal di Rusunawa wajib menandatangani perjanjian untuk menjaga ketertiban. Bahkan, ada mahasiswa yang ingin langsung pindah ke Rusunawa ini begitu diresmikan,” ujarnya lagi. (Wit)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me