Tips & Trik; KPR Take Over, Solusi Turunkan Cicilan Rumah

Big Banner

Banyak orang yang memilih layanan Kredit Pemilik Rumah (KPR) untuk memiliki rumah dengan cara yang cepat. Hanya dengan menyiapkan uang muka mulai dari 20 persen dari harga rumah, maka rumah sudah bisa langsung dimiliki dan ditempati.

Seperti diulas Majalah Properti Indonesia edisi Januari 2017 bekerjasama dengan Urbanindo di rubrik Tips and Triks menyebutkan meskipun menjadi solusi yang dinilai tepat, tidak jarang banyak orang yang akhirnya merasa tertebani dan tidak sanggup lagi membayar cicilan KPR. Hal ini tentu disebabkan oleh berubahnya suku bunga tetap (fi xed) menjadi bunga mengambang (fl oating).

Apabila sudah terjadi hal tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi gagal bayar atau bahkan menjual aset lain demi menutup utang ke bank. Padahal, semakin naiknya cicilan KPR dapat disiasati dengan menggunakan KPR Take Over ke bank lain.

Kenali KPR Take Over

Produk KPR yang satu ini bisa terbilang tidak terlalu dikenal oleh banyak orang. Sebelum membahas lebih lanjut, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa KPR Take Over adalah memindahkan pinjaman pembiayaan rumah atau KPR dari bank yang satu ke bank lainnya.

Ilustrasinya begini, Anda sedang mengajukan KPR di bank A. selama tiga tahun pertama mendapatkan bunga fi xed yang murah, lama-kelamaan cicilan semakin mahal karena sudah memasuki masa bunga fl oating.

Suku bunga floating tentu membuat cicilan KPR yang harus dibayarkan setiap bulannya menjadi bertambah dan jarang untuk berkurang. Apabila sudah mengalami hal ini, banyak yang berharap agar bunga cicilan bisa kembali rendah.

Perlu diperhatikan bahwa bank seringkali menawarkan nilai bunga yang rendah dengan sistem bunga fixed untuk kurun waktu tertentu, misalnya selama dua tahun. Selanjutnya, suku bunga yang diberlakukan oleh bank pun perlahan-lahan akan naik mengikuti suku bunga pasar.

Biasanya, seseorang akan mulai menjual asetnya untuk membayar cicilan KPR yang semakin naik. Bayangkan jika aset sudah habis, namun bunga cicilan KPR terus naik dari waktu ke waktu. Tentu akan membingungkan karena sulit membayarnya.

Tidak harus menjual aset apapun karena layanan KPR Take Over bisa membantu masalah bunga ciicilan rumah yang semakin naik. Layanan ini memungkinkan seseorang untuk memindahkan cicilan KPR dari bank A ke bank B. Ketika mengambil pinjaman KPR di bank baru, maka bunga per bulan yang biasa dibayarkan akan disesuaikan mengikuti kalkulasi bunga di bank yang baru.

Tentu dalam hal ini, diperlukan kecermatan untuk mendapatkan keuntungan di kemudian hari. Meski terlihat menguntungkan, belum banyak orang yang tahu mengenai layanan KPR Take Over. Padahal jika dimanfaatkan dengan baik, bunga cicilan KPR yang semakin naik bukan lagi menjadi sebuah masalah besar.

Syarat Pengajuan KPR Take Over

Sudah mulai tertarik mengajukan KPR Take Over? Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Jangan lupa juga untuk menyiapkan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan untuk mengajukan KPR Take Over. Beberapa berkas fotokopi yang harus disiapkan biasanya terdiri dari surat perjanjian

kredit, sertifikat rumah (SHM/HGB), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sudah dibayar, dan bukti pembayaran angsuran. Tidak lupa juga sertakan berkas data diri yang terdiri dari berupa fotokopi KTP, Kartu Keluarga, buku nikah, NPWP, slip gaji terakhir, surat keterangan kerja, surat keterangan penghasilan. Sertakan juga buku tabungan asli yang digunakan untuk pembayaran cicilan KPR.

Berkas lainnya biasanya disesuaikan dengan kebijakan dari masing-masing bank. Ketika semua berkasnya sudah siap, mungkin akan ada pertanyaan mengenai berkas dan jaminan yang masih ada di bank lama. Di sisi lain, berkas tersebut tentunya akan digunakan sebagai persyaratan untuk
mengajukan KPR Take Over di bank lainnya.

Sebenarnya tidak perlu bingung dengan masalah yang satu ini karena biasanya pihak bank yang baru bisa melakukan pengecekan hanya dengan menggunakan fotokopi sertifikat. Pihak bank yang baru bisa memercayai berkas fotokopi karena pengecekan sudah dilakukan oleh bank yang sebelumnya. Tidak jarang pengajuan KPR Take Over sulit didapatkan dengan cepat karena sertifikat asli masih berada di bank lama.

Meskipun demikian, biasanya pihak bank baru akan melunasi besaran pinjaman ke bank lama jika Take Over sudah disetujui. Selanjutnya, sertifikat pun bisa diambil untuk kemudian dijadikan jaminan di bank yang baru.

Keuntungan Take Over

Seperti yang telah dijelaskan sejak awal, KPR Take Over memang terkesan menguntungkan bagi siapapun yang sedang mengajukan KPR. Sebenarnya ada beberapa keuntungan dari KPR Take Over yang dapat dirasakan.

Buktinya saja, Anda akan mendapatkan Bungan cicilan KPR yang lebih rendah karena kembali mendapatkan bunga fi xed. Hal ini tentu akan berlaku meskipun di bank yang sekarang sudah terkena bunga fl oating.

Bukan hanya terkait bunga cicilan, KPR Take Over juga dapat membantu memperpanjang tenor KPR. Dengan demikian, nominal cicilan yang harus dibayarkan per bulan akan menjadi lebih rendah. Berbagai keuntungan tersebut tentu akan didapatkan jika memilih bank yang tepat. Hal yang perlu diperhatikan adalah riwayat kenaikan suku bunga yang diberlakukan oleh bank. Sebaiknya, carilah bank yang kenaikan suku bunga KPR-nya tidak terlalu tinggi saat memasuki sistem bunga fl oating.

Kerugian Take Over

Rasanya akan sangat tidak adil jika hanya membahas mengenai keuntungan KPR Take Over tanpa membahas kerugiannya. Oleh sebab itu, pada bagian ini akan dibahas mengenai apa saja kerugian jika mengajukan KPR Take Over.

Kerugian KPR Take Over adalah rumitnya proses pengajuan karena harus berurusan dengan dua bank sekaligus. Dalam hal ini, memang membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup untuk bolak-balik ke dua bank sekaligus. Apabila ingin lebih praktis, bisa ajukan KPR Take Over melalui UrbanIndo.

Selanjutnya, ada biaya yang harus disiapkan untuk membayar denda kepada pihak bank karena pelunasan pinjaman lebih cepat dari tenor yang sudah disepakati sejak awal. Bukan hanya itu, siapkan juga dana untuk membayar pengurusan take over dari bank lama ke bank baru. Meskipun memiliki kerugian, KPR Take Over ini dapat menjadi salah satu pilihan tepat bagi siapapun yang memiliki masalah dengan cicilan KPR. Daripada menjual aset lain untuk membayar cicilan rumah, sebaiknya gunakan saja KPR Take Over.
Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me