Siapkan IPO, Bank BKE Incar Dana Rp500 Miliar untuk Naik ke BUKU II

Big Banner

initial public offering/IPO) yang dijadwalkan awal 2018 mendatang.

“Target raihan dana IPO sekitar Rp500-Rp600 miliar, diharapkan melalui aksi korporasi itu perusahaan bisa masuk ke bank kategori Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha (BUKU) II,” ujar Presiden Direktur Bank BKE, Sasmaya Tuhuleley usai melakukan seremoni pembukaan perdagangan BEI dalam rangka pencatatan obligasi subordinasi di Main Hall BEI, Jakarta, (13/1).

Dalam peraturan Bank Indonesia, kegiatan perbankan dibagi berdasarkan modal inti yang dikelompokkan dalam empat kelompok usaha, BUKU 1 merupakan Bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun, BUKU 2 dengan modal inti Rp1-Rp5 triliun, BUKU 3 dengan modal inti Rp5-Rp30 triliun, dan BUKU 4 dengan modal inti di atas Rp30 triliun.

Saat ini, Sasmaya Tuhuleley mengemukakan bahwa saat ini modal inti perusahaan masih di bawah Rp1 triliun, salah satu cara untuk menambah modal itu yakni dengan melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. “Kami berencana untuk melepas saham ke publik sekitar 40 persen, jika pemegang saham juga turut menambah modal maka akan menambah bagus untuk Bank Bank Kesejahteraan Ekonomi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemegang saham Bank Kesejahteraan Ekonomi saat ini yaitu PT Taspen, Dana Pesiun PT Jasindo, PT Recapital Advisor.

Per Desember 2016, total kredit Bank BKE yang disalurkan meningkat 33,59% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dari posisi Rp1,7 triliun menjadi Rp2,27 triliun. Hal tersebut mendorong peningkatan aset sebesar 32,69% dari Rp2,4 triliun pada 2015 menjadi Rp3,2 triliun pada 2016 Sementara DPK tumbuh 30,88% dari posisi Rp1,88 triliun menjadi Rp2,46 triliun.

Pertumbuhan tersebut didukung naiknya rasio CASA sebesar 3,44% dari 18,72% menjadi 22,16%. Dengan capaian tersebut, laba bersih perseroan meningkat pesat 209,78% dibandingkan 2015 yakni dari Rp13,3 miliar menjadi Rp44,3 miliar. Indikator bisnis lain juga menunjukkan tren positif. CAR meningkat 6,40% dari posisi 15,88% menjadi 22,28%, ROA meningkat 1,26% dari 0,93% menjadi 2,19%, dan ROE meningkat 9,16% dari 4,72% menjadi 13,88%. NIM juga meningkat 1,08% dari 6,49% menjadi 7,57% sedangkan BOPO mampu ditekan 8,68% dari 93,35% menjadi 84,67%. Demikian pula NPL gross turun 0,67% dari 2,74% menjadi 2,07% dan NPL netto turun 0,36% dari 0,84% menjadi 0,48%. (DHP)

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me