Menilik Hunian Terjangkau di Kawasan Serpong

Big Banner

JAKARTA – Tidak ada yang membantah apabila kawasan Serpong, Tangerang, Banten, sebagai kantong hunian menengah dan atas akibat pesatnya perkembangan wilayah ini yang berujung meroketnya harga tanah.

Namun, tak perlu khawatir, masih ada sejumlah perumahan yang memasarkan hunian dengan harga masuk akal. Seperti kita tahu, Serpong sema kin berkembang sebagai area hunian di kawasan penyangga di selatan Jakarta. Selain karena kedekatannya dengan Ibu Kota, kemudahan akses dengan pembukaan beberapa ruas jalan tol baru sangat berpengaruh bagi pertumbuhan industri properti di daerah tersebut. Sejumlah pengembang sepertinya menyulap wajah kawasan Serpong.

Sekitar 16 tahun lalu, daerah yang masuk wilayah Banten ini hanyalah hamparan lahan tidak produktif dan sebagian berupa kebun karet. Namun, kawasan ini kemudian berkembang menjadi kota mandiri. Kini, Serpong mengemuka sebagai salah satu kawasan emas properti dengan pertumbuhan paling mengesankan. Dampaknya, harga tanah di Serpong terus meroket sehingga makin sulit saja mencari rumah dengan harga terjangkau di kawasan ini. Dibandingkan dengan Cibubur misalnya, harga properti Serpong dua kali lipat lebih mahal.

Begitu pula dengan harga properti di Bekasi, saat ini kalah dengan Serpong. Padahal, Bekasi lebih dulu dikembangkan, sekitar 1990-an. Wilayah Serpong, perkembangannya memang menjadi yang paling pesat di antara wilayah Tangerang lainnya. “Hal ini dikarenakan menjamurnya kota-kota satelit di dalam wilayahnya. Kota-kota satelit seperti BSD City, Gading Serpong, dan Alam Sutera secara tak langsung meningkatkan pamor Tangerang,” ujar Ketua Kehormatan II Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (Arebi) Tirta Setiawan.

Hong Kong Land, AEON Group, dan Kingland Group, sekadar menyebut nama, adalah pengembang asing yang sudah memulai pembangunan properti di Tangerang. Untuk hunian dengan harga terjangkau, Anda bisa melirik perumahan di dekat Taman Tekno BSD, yaitu di kawasan Pademangan dan Babakan Pocis. Perumahannya antara lain Bukit Serpong Lestari, Arca dia Residence, Terrace Park Resi – den ce, dan Harmony Serpong. Dari sekian perumahan itu, Bukit Serpong Lestari harganya paling miring.

Perumahan dari PT Sahabat Mitra Mandiri di Jalan HK Kademangan itu masih memasarkan hunian Rp200 jutaan. Tipenya 36/72 seharga Rp295 juta. Dipasarkan juga tipe 45/90 Rp369 juta. Tiga perumahan lainnya, harganya berkisar Rp400 jutaan hingga Rp800 jutaan. Arcadia Residence di Kademangan, Setu, melansir tipe 45/90 dan 90/90 seharga Rp495 juta dan Rp742 juta. Perumahan lain yang menarik juga adalah kluster Sierra di Paradise Serpong City besutan Progress Group. Berlokasi di kawasan Adventure, Sierra Sierra merupakan kluster ketiga setelah kluster Serengety dan Grand Canyon.

Dengan total lahan dua hektare, kluster Sierra memiliki 133 unit rumah yang terdiri dari dua tipe, yaitu tipe Valera dan Clarines. Derice Sumantri, Komisaris Progress Group, mengatakan, rumah dijual mulai Rp488 juta. “Cluster Sierra dirancang untuk keluarga muda yang ingin memiliki hunian di Serpong dengan harga yang masih terjangkau. Pasalnya, saat ini lahan semakin terbatas di Serpong sehingga konsep hunian banyak berubah dari rumah tapak menjadi apartemen,” tuturnya.

Kluster Sierra adalah salah satu kesempatan terakhir untuk memiliki rumah di Paradise Serpong City dengan harga di bawah Rp1 miliar. Itu karena dua sampai tiga tahun ke depan tidak akan ada lagi rumah di Paradise Serpong City dengan harga di bawah itu.

Untuk hunian vertikal di Serpong dengan harga pas di kantung, terdapat Serpong Garden. Apartemen garapan PT Harapan Inti Persada Indah bekerja sama dengan Karya Cipta Group melalui anak usaha patungan PT Hutama Anugrah Propertindo. Apartemen yang dikembangkan di atas lahan seluas 2,7 hektare di Cisauk, Tangerang, rencananya akan terdiri dari empat menara dan mulai dibangun pada kuartal II/2017, selanjutnya dilakukan serah terima kunci secara bertahap pada 2020.

Serpong Garden Apartemen akan menelan nilai investasi sebesar Rp2 triliun untuk konstruksinya. Direktur Utama Karya Cipta Group Subianto Satmaka mengutarakan, menara pertama Serpong Garden, yaitu Cattleya, merangkum 1.500 unit yang terdiri dua tipe studio ukuran 20 meter persegi seharga Rp200 juta dan tipe dua kamar tidur seluas 33 meter persegi seharga Rp400 juta.

Apartemen ini juga dilengkapi dengan 25 fasilitas penunjang kehidupan penghuni dan sejumlah fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitarnya. Di antaranya akan dibangun supermarket, pusat olahraga, pusat bermain anak dan pusat hiburan.

property.okezone.com