Belajar pada MRT Singapura

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Singapura adalah salah negara Asia Tenggara yang terlebih dahulu mengoperasikan layanan mass rapid transit (MRT). Moda transportasi ini terbilang paling populer di sana.

Saat ini, negeri singa itu memiliki 90 stasiun MRT dan masih akan terus bertambah. Setiap harinya, moda transportasi tersebut mampu mengangkut lebih dari 2 juta penumpang. Jaringan moda transportasi ini mencapai 150 kilometer.

Ada lima jalur yang dilalui kereta MRT. Pertama, East West Line. Di peta, jalur ini ditandai dengan warna hijau, dan melayani perjalanan dari Bandara Changi sampai Joo Koon.

Kedua, North South Line, jalur berwarna merah. Jalur ini dimulai dari Jurong East sampai Marina South Pier.

Ketiga, jalur North East Line, yang ditandai dengan warna ungu. Titik ujung jalur ini adalah Punggol dan Harbour Front.

Selanjutnya, MRT juga melintas jalur Circle Line, yang ditandai dengan warna kuning dan melayani perjalanan dari Harbour Front sampai Marina Bay.

Terakhir, Downtown Line, yakni jalur MRT dari Bukit Panjang sampai China Town. Di peta, jalur ini berwarna biru.

Soal tarif, MRT Singapura menerapkan sistem tarif sesuai jarak perjalanan. Tarif untuk jarak 3,2 kilometer adalah 140 sen Singapura untuk sekali perjalanan. Tarif akan bertambah sekitar 10 sen setiap jarak bertambah 1 kilometer.

Soal tiket, ada dua macam. Penumpang dapat menggunakan tiket berupa kartu standar. Kartu itu dapat digunakan sampai enam kali dalam periode waktu 30 hari dari tanggal pembelian.

Sistem penggunaan tiket ini mirip dengan tiket harian berjaminan pada layanan transportasi commuter line di Jakarta.

Pembeli mendepositokan 10 sen untuk pembelian kartu. Deposito itu dapat dikembalikan ketika perjalanan usai.

Para turis bisa juga memilih menggunakan tiket Singapore Tourist Past (STP). Kartu ini berlaku untuk jangka waktu satu sampai tiga hari.

Pilihan lainnya, EZ-Link dan Nets FlashPay. Biasanya, tiket ini digunakan orang yang menetap lama di Singapura.

Rangkaian kereta MRT Singapura terdiri dari tiga sampai enam gerbong. Frekuensi kedatangannya, pada jam sibuk yakni pukul 07.00 sampai 09.00 pagi sebanyak dua sampai tiga menit sekali.

Sementara pada jam normal, kereta datang setiap lima sampai tujuh menit sekali.

Kini, warga Jakarta tengah menanti kehadiran MRT. Saat ini moda transportasi tersebut sedang dalam proses pembangunan dan diperkirakan dapat beroperasi pada tahun 2019.

Ketertataan dan ketepatan waktu MRT Singapura diharapkan juga bisa diadaptasi oleh MRT Jakarta kelak ketika mulai dioperasikan.

 

 

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me