Jelang Pelantikan Trump, Investasi Properti China di AS Tetap Stabil

Big Banner

KOMPAS.com – Jelang dilantiknya Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 20 Januari 2017 mendatang, pasar modal properti komersial di Negeri Paman Sam diprediksi tetap positif sepanjang tahun ini.

Berdasarkan riset CBRE Group, prospek pasar modal properti komersial AS pada 2017 meliputi pinjaman, kegiatan investasi ekuitas, harga dan performa, serta strategi investasi tetap berada di jalur positif dan menguntungkan.

“Aktivitas akuisisi seharusnya tetap tinggi pada 2017, jika pun turun tidak akan lebih rendah dari 2016. Sementara itu, aliran modal global menuju AS diharapkan tetap dalam posisi kuat dengan China sebagai sumber utamanya,” kata Global Presidents Capital Markets CBRE Chris Ludeman.

Di samping itu, tambah Chris, kebanyakan jenis modal utang harus tetap tersedia secara luas. Namun, seiring dengan meredanya apresiasi aset, investasi kemungkinan akan turun walaupun masih berada pada level menguntungkan.

Kondisi suku bunga merupakan salah satu hal paling besar yang berpengaruh terhadap pasar modal properti.

Bersamaan dengan ekonomi AS yang terus berkembang, Dewan Bank Central AS kemungkinan bakal melakukan tiga pengetatan moneter dan meningkatkan suku bunga jangka pendek pada 2017.

Sementara itu, untuk suku bunga jangka panjang justru harus dibuat stabil atau sedikit meningkat ketimbang 2016.

Sedangkan tingkat bunga pemerintah AS untuk membayar dan meminjam uang 10 tahunan diharapkan terus menguat di posisi antara 2,25 persen dan 2,75 persen sepanjang 2017.

Kemudian, peningkatan kecil pada hasil obligasi diharapkan bisa memiliki dampak terhadap tingkat kapitalisasi yang disebabkan penguatan ekonomi dan pasar properti, di samping kuatnya permintaan dari investor asing.

Berkaitan dengan itu, CBRE memprediksi volume modal asing yang masuk ke AS bisa lebih besar dibandingkan ketika 2016 silam.

Kendati kebijakan moneter akomodatif telah membuat hasil obligasi lebih rendah, ekonomi yang masih relatif kuat dan tidak adanya jaminan pengembalian hasil lebih tinggi di tempat lain membuat AS masih menjadi tujuan favorit pemodal asing.

“Kami harapkan volum modal asing yang masuk tetap meningkat dengan lebih dari 60 miliar dollar AS yang masuk ke pasar real estat komersial pada 2016 kemarin,” tambah Chris.

Rencana kebijakan fiskal yang ekspansif seiring dengan administrasi kepresidenan akan datang telah menaikkan harapan pertumbuhan ekonomi dan inflasi sebagai dua faktor pembuat investasi dalam aset riil seperti real estat komersial lebih menarik.

Akibatnya, lembaga investor di luar negeri dan dana kekayaan negara diharapkan semakin menjadikan AS sebagai target untuk mengisi portofolio properti mereka pada 2017.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me