Lebih Baik Rumah Kecil, Asal…

Big Banner
Tampilan luar rumah siap huni di Anastra Village. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

Lebih baik rumah kecil, asal punya sendiri loh. Kalau rumah besar tapi ngontrak, siapa yang untung, hayo? Kalau rumah besar dan milik sendiri, tapi kantong jadi selalu kedodoran, buat apa juga?

Apakah rumah besar yang jadi impianmu? Kalau ya, coba pikir-pikir lagi. Dikabarkan di Amerika Serikat pada 40 tahun terakhir ini mengalami penyusutan ukuran rumah. Di Indonesia pun demiikian agaknya.

Selain harga tanah yang terus meningkat, rumah minimalis dengan luas di bawah 100 meter persegi juga semakin diminati sebagai bagian dari gaya hidup urban. Nah, cocok kan?

Baca juga: Beneran Lho, Ada Kompetisi Desain Rumah di Bulan!

Tambahan pula, rumah besar belum tentu cocok untuk isi kocekmu. Jadi, cek dan ricek lagi ya lima hal berikut ini:

Mengurangi Interaksi Keluarga

Rumah yang besar memang memungkinkan tiap anggota keluarga jadi bisa punya ruang sendiri. Jika semua anggota keluarga memiliki ruang pribadi sendiri, maka kesempatan berinteraksi satu sama lain akan semakin berkurang.

Rumah yang besar juga akan membut kamu kewalahan memantau aktivitas dan perkembangan anak. Kamu kan tidak pernah tahu apa yang mereka akses melalui ponsel pintar atau laptopnya kalau ruangannya berjauhan.

Baca juga: 2016, Pengembang Ini Capai Rp5 Triliun Transaksi Penjualan Global

Mengurangi Romantisme Pasangan

Menghuni rumah yang luas akan semakin membuat kamu jarang bisa bertemu dengan pasangan. Kamu dan pasangan sibuk beraktivitas di ruang masing-masing.

Sejauh ini belum ada sih riset yang membuktikan bahwa semakin banyak kamar tidur dan kamar mandi di sebuah rumah dapat memicu hubungan yang baik.

Rumah yang besar juga akan memakan biaya perawatan yang lebih besar. Hal ini disinyalir dapat memicu pertengkaran antarpasangan.

Baca juga: Kalau Kamu Ga Ingin Uangmu Menguap Begitu Saja, Ini Solusinya!

Lokasinya Jauh dari Tempat Aktivitas

Rumah berukuran besar dengan harga yang masih dapat dijangkau umumnya terletak di kota satelit, yang jaraknya relatif jauh dari lokasi tempat bekerja. Untuk perjalanan sehari-hari, dengan jarak rumah ke kantor lebih dari 10 kilometer, kamu mungkin menghabiskan waktu sekitar dua jam menuju kantor.

Kemacetan lalu lintas kini semakin tinggi di Ibu kota dan sulit diatasi menggunakan kendaraan umum atau pribadi. So, pikirkan lagi!

Hubungan Renggang Tetangga

Seperti perumahan mewah pada umumnya, agak sulit membangun hubungan kekerabatan antarpenghuni lingkungan. Dengan bangunan yang ditutup oleh pagar tinggi, banyak penghuni rumah besar yang tidak mengenal tetangga yang tinggal di sekitarnya.

Sementara itu, jika memilih tinggal di perumahan berukuran sedang dengan model klaster tanpa pagar, kamu bisa lebih mudah melihat aktivitas keseharian tetangga dan saling bertegur sapa.

Baca juga: Berkantor di Rumah? Yang Bilang Ga Mungkin Tuh Siapa?

Tidak Merasa Berada di “Rumah”

Banyak orang yang berupaya membangun rumah impian, namun tidak merasa nyaman ketika menempatinya. Perasaan “homey” tidak mudah ditemukan jika kamu tinggal di hunian yang terlalu luas tanpa memenuhi kebutuhan sesungguhnya.

Meski demikian, tidak ada ukuran rumah yang ideal bagi semua orang. Besar atau kecil, memiliki makna yang relatif tergantung pada kebutuhan keluarga itu sendiri. Ayo, temukan rumah yang terbaik untuk kamu dan keluargamu!

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me