Dibanding Serpong Ruko di Bekasi Lebih Menguntungkan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Jangan menyelepekan Bekasi, Jawa Barat. Kendati di media sosial (medsos) sempat jadi bulan-bulanan sebagai kawasan antah berantah kenyataan di lapangan berbeda sama sekali. Kecuali Bekasi Utara yang belum terlalu berkembang, kawasan lain di kota dan Kabupaten Bekasi pertumbuhan kawasannya cukup bagus. Nilai dan imbal hasil (yield) propertinya lebih tinggi dari Serpong, Tangerang, Banten.

Ruko Vida Bekasi

Di Jl Narogong, Kota Bekasi, ruko 4,5×18 (2 lantai) seharga Rp1,4 miliar harga sewanya berkisar Rp90 juta/tahun. Tahun 2012 harga ruko tersebut Rp450 juta, naik lebih dari tiga kali lipat dalam empat tahun.

“Perkembangan Narogong luar biasa, populasi yang cukup besar ditambah suplai yang belum banyak membuat nilai properti cepat naik. Kalau bicara prospek, lima tahun ke depan kawasan ini lebih menguntungkan dibanding Serpong dan Cikarang,” ujar Edward Kusma, Direktur PT Bina Nusantara Raya, pengembang Vida Bekasi di Jl Narogong, Bekasi.

Berbeda dengan Serpong dan Cikarang, pasokan properti di Bekasi khususnya kawasan Narogong dan sekitarnya masih sedikit. Akibatnya, harganya cepat naik. Ini berbeda dengan Serpong yang pasokannya berlebih. Sekarang para pemilik properti dan broker sangat sulit menjual propertinya. Selain jumlahnya terlampau banyak, harganya sudah tinggi. Ruko tiga lantai di Gading Serpong harganya rata-rata Rp3 – 4 miliar per unit. Di pasar seken ada yang menawarkan ruko tipe 200/67 (3 lantai) Rp4 miliar.

Karena jumlahnya jauh melebihi permintaan harga sewanya jatuh. Ruko seharga Rp3 miliar itu sewanya hanya Rp60 – 70 juta per tahun. Jauh lebih rendah dari tarif sewa ruko di Narogong. Padahal harganya dua kali lipat lebih tinggi. Edward memprediksi kawasan Cikarang akan seperti Serpong. Pada saat pembangunannya selesai dan ribuan unit apartemen secara bersamaan masuk pasar menunggu penyewa harga sewanya akan jeblok.

Edward mengingatkan bahwa properti selalu bicara prospek. Kalau sekarang harganya terlalu tinggi prospeknya tidak akan sebaik yang harganya lebih rendah. Di Narogong saat ini harga tanah residensial berkisar Rp3-4 juta/m2, sementara di Serpong Rp11-15 juta/m2. Ia memprediksi bila beberapa proyek infrastruktur di Bekasi jadi, seperti light rail transit (LRT) dan JORR 2, harga  properti di Narogong akan melesat. “Kalau LRT nanti jadi, paling tidak harga tanah di Narogong akan naik menjadi Rp5,5 juta/m2,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me