Kontrak Baru Rp 12,3 Triliun, Waskita Revisi Target Laba

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) di bidang manufaktur beton pra-cetak, dan readymix, merevisi target kinerjanya tahun 2017 setelah membukukan nilai kontrak baru (NKB) yang melampaui target tahun 2016.

Nilai kontrak baru yang diperoleh sepanjang tahun 2016 adalah sekitar Rp 12,2 triliun atau setara dengan 154 persen dari target tahun 2016 yakni sekitar Rp 7,9 triliun.

Sementara nilai kontrak baru yang ditargetkan oleh WSBP pada tahun 2017 adalah Rp 12,3 triliun dengan pendapatan usaha Rp 7,71 triliun dan laba bersih menjadi Rp 1,13 triliun.

“Revisi target pendapatan dan laba bersih tahun 2017 ini meningkat sebesar 4 persen dan 13 persen dibanding dengan target awal,” ujar Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk Jarot Subana melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (19/1/2017).

Kinerja WSBP tahun 2016 juga masih sesuai dengan rencana. Pendapatan usaha ditargetkan mencapai Rp 4,7 triliun, dengan laba bersih perusahaan Rp 620 miliar.

Kontrak–kontrak bernilai besar yang diperoleh WSBP dari sinergi Grup Waskita antara lain adalah Proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Jalan Tol Cimanggis Cibitung, Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi, Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo, Jalan Tol Pemalang–Batang, dan Jalan Tol Batang–Semarang.

Selain itu, ada pula LRT Palembang, Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung serta Jalan Tol Salatiga-Boyolali.

Sampai dengan Desember 2016, WSBP memiliki total 10 pabrik produksi dengan total kapasitas produksi sebesar 2.650.000 ton dan 41 batching plant yang tersebar di seluruh lokasi proyek.

Lokasi-lokasi pabrik tersebut antara lain di Karawang, Sadang, Cibitung, Subang, Kalijati, Bojonegara, Klaten, Sidoarjo, dan 2 Pabrik berlokasi di Palembang (Soekarno-Hatta dan Gasing).

Sampai dengan akhir tahun ini, WSBP akan menambah 2 pabrik pra-cetak baru sehingga total menjadi 12 pabrik dan jumlah BP meningkat menjadi 83 unit, atau bertambah sebanyak 42 unit sepanjang 2017.

properti.kompas.com