Pasar Properti Jakarta dan Surabaya Paling Aktif

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Meski pertumbuhan ekonomi melemah (slow down) dalam beberapa tahun terakhir, dua pasar properti Jakarta dan Surabaya dinilai paling aktif. 

Hal ini terbukti dari catatan penjualan emiten PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Dari total penjualan Rp 7,2 triliun, lebih dari separuh berasal dari penjualan properti di Jakarta, dan Surabaya.

Masing-masing kedua kota ini mencatat penjualan 33 persen, dan 36 persen. 

“Dua kota ini paling besar dan memiliki ketahanan (ekonomi) yang lebih baik dibanding kota lain,” ujar Corporate Secretary Ciputra Tulus Santoso kepada Kompas.com di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Tulus menambahkan, kota-kota besar lain di luar Jawa malah cenderung stagnan karena kebanyakan masih bergantung pada komoditas.

Kalau pun ada yang masih menunjukkan geliat hanya Medan dan Makassar.

“Jakarta dan Surabaya itu tulang punggungnya proyek-proyek kota baru kami misalnya Citra Raya, Citra Garden, Citra Land City Surabaya. Kebanyakan residensial,” tutur Tulus.

Kota lain di Jawa berkontribusi 13 persen, sedangkan sisanya terbagi antara Bali, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. 

Sementara berdasarkan jenis produk, sebanyak 76 persen properti Ciputra yang terjual adalah rumah tapak, 15 persen apartemen, dan 9 persen perkantoran.

Selama tahun 2016, CTRA telah meluncurkan total 5 proyek baru, yaitu CitraLand Lampung dan CitraGarden City Samarinda, Citra AeroLink Batam, Ciputra International Jakarta-Office Tower 2 dan Ciputra World 2 Jakarta (CWJ 2) Extension The Newton Apartment.

Selain itu CTRA juga telah memulai operasi untuk Ciputra Mitra Hospital di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada November 2016.

properti.kompas.com