Tingkat Hunian Pusat Belanja di Jakarta Menurun

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak 2014, pusat belanja di dalam area Central Business District (CBD) Jakarta dan di luar CBD mencatat okupansi berlawanan dan menunjukkan jarak cukup besar.

Kondisi tersebut membuat tingkat hunian atau okupansi pusat belanja di Jakarta menjadi 85,4 persen pada kuartal-IV 2016. Angka ini menunjukkan sedikit penurunan dibanding tahun 2015.

Namun, Colliers International Indonesia mencatat kenaikan justru terjadi pada okupansi secara kuartalan. Pasalnya, semakin banyak orang yang ingin pergi berbelanja, terutama belanja gaya hidup.

Karena itu, tak mengherankan dalam beberapa tahun mendatang bakal lebih banyak peritel makanan dan minuman. Fenomena ini diprediksi akan meningkat dan memperkuat proyeksi okupansi pada tahun ini.

Berdasarkan wilayahnya, pusat belanja di central business district (CBD) Jakarta berhasil mempertahankan okupansi di angka 92 persen sejak 2014 silam.

Moratorium yang diumumkan secara verbal pada 2011 telah menciptakan dampak cukup besar terhadap pertumbuhan suplai pusat belanja di area CBD.

“Selain terbatasnya suplai tambahan, moratorium juga berdampak pada pemilik dan pengelola pusat belanja untuk menyegarkan kembali komposisi peritel dan mempertahankan okupansi, terutama mal-mal kelas atas,” ucap Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto.

www.shutterstock.com Ilustrasi.

Sementara itu, lanjut Ferry, empat pusat belanja yang beroperasi selama 2016 di luar CBD menyebabkan tingkat hunian menjadi 81,9 persen atau turun 2,4 persen dari periode sama tahun 2015.

Green City Mall, salah satu pusat belanja baru sukses menggaet peritel seperti Ace Hardware, CGV Blitz, Lotte Mart, dan Funworld.

Sedangkan tiga pusat belanja lainnya yang diresmikan mendapat komitmen hunian cukup tinggi.

“Namun, ruang-ruang yang terokupansi tercatat ada di angka sekitar 45 persen dari serapan di ketiga pusat belanja yang beroperasi hingga akhir 2016,” tambah Ferry.

Di luar CBD, okupansi menunjukkan tren meningkat di Jakarta. Secara gradual, peritel One Belpark Mall mulai membuka gerainya.

Meski begitu, mereka hanya membawa rata-rata okupansi secara marginal di angka 89,3 persen.

Sebaliknya, pusat belanja lainnya di luar CBD kecuali Jakarta Selatan cenderung mengalami penurunan okupansi yang disebabkan beroperasinya pusat-pusat belanja baru.

Seperti telah disebutkan, ketersediaan ruang lebih besar di mal baru Green City Mall menyebabkan okupansi di Jakarta Pusat ada di bawah 70 persen pada kuartal-IV 2016.

Sedangkan untuk mal kelas mengalami penurunan moderat secara tahunan, walaupun tetap ada di angka tinggi 89 persen sampai 90 persen.

 

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me