Mal Baru Bakal Berdiri di Bendungan Hilir

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Kendati okupansinya stabil, area Central Business District (CBD) Jakarta tak akan mendapatkan tambahan pusat belanja pada tahun ini.

Penyebabnya adalah moratorium yang diberlakukan sejak 2011. Praktis setelah adanya moratorium tersebut, ruang ritel di CBD hanya bertambah melalui Lotte Avenue yang beroperasi pada 2013.

“Tingginya harga lahan untuk ritel di CBD jadi alasan mengapa para pengembang atau pemilik lahan enggan mengembangkan atau membuka pusat belanja di sana,” terang Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto.

Namun, berkat gabungan dua perusahaan pengembang, CBD Jakarta akan mendapatkan tambahan dua pusat belanja baru di sekitar Bendungan Hilir.

Keduanya adalah Benhil Central Mall dan Benhil Central Trade Centre besutan dua perusahaan gabungan PT Wijaya Karya (persero) Tbk dan PD Pasar Jaya dengan masing-masing memiliki luas 20.000 meter persegi.

Saat ini status keduanya masih dalam tahap perencanaan dengan waktu pembangunannya diperkirakan pada 2019 mendatang.

Kondisi sebaliknya justru terjadi di wilayah penyangga Jakarta atau Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Di sana terdapat dua pusat belanja baru yang beroperasi selama 2016 silam, yaitu Metropolitan Cileungsi di Bogor dan Q Big Mall di BSD, Tangerang.

Hingga pada kuartal-IV 2016, kedua mal baru itu menambah suplai kumulatif ruang ritel di Bodetabek menjadi 2,47 juta meter persegi.

Colliers memrediksi Bodetabek akan mendapatkan tambahan 15 pusat belanja baru dalam kurun waktu dua tahun mendatang.

Kebanyakan dari pusat belanja tersebut masih dalam tahap perencanaan dengan waktu penyelesaian pada 2019.

Sementara itu, dua pusat belanja akan datang di Bekasi yakni Grand Dhika City Mall seluas 24.000 meter persegi dan Bekasi Trade Center 2 seluas 56.000 meter persegi akan menambah suplai tahun ini di wilayah Bodetabek.

properti.kompas.com