Jelang Inaugurasi Trump, Tarif Hotel di DC Meroket 927 Persen

Big Banner

WASHINGTON, KOMPAS.com – Bagi siapa pun yang berniat mencari hotel untuk menginap dan menyaksikan inaugurasi Donald Trump sebagai presiden baru Amerika Serikat (AS) dipastikan akan merogoh kocek dalam-dalam.

Menurut Trivago, tarif hotel di Washington DC melonjak naik 927 persen dari biasanya pada minggu seremonial inaugurasi tersebut.

Tarif hotel berada di angka rerata 2.071 dollar AS atau senilai Rp 27,8 juta per malam untuk kamar dua tempat tidur standar.

Kenaikan harga tersebut memang lumrah terjadi jelang hari besar seperti inaugurasi presiden baru AS tersebut.

Kenaikan yang terjadi sekitar 200 dollar AS atau setara Rp 2,7 juta pada Januari ini untuk tipe kamar seperti disebut di atas.

“Selama minggu inaugurasi, selalu ada kenaikan transaksi untuk permintaan hotel, tak peduli partai mana yang menang,” ucap Dekan dari Jonathan M Tisch Center untuk Perhotelan dan Pariwisata New York University Kristin Lamoureux.

Jonathan melanjutkan, peningkatan tersebut tergantung pada tipe inaugurasi yang dilakukan.

Misalnya, ketika inaugurasi Barack Obama pada 2009 yang sangat bersejarah. Obama merupakan presiden AS Afrika-Amerika pertama yang membuat okupansi hotel-hotel di Washington menyentuh 96,8 persen.

Sedangkan pada pelantikan kedua Obama ketika 2013 silam, lanjut Kristin, cenderung membawa massa yang lebih kecil.

Sebagai perbandingan, mengutip data dari STR, rata-rata okupansi hotel pada 2009 adalah 88,7 persen dan 66,8 persen pada 2013.

Sementara itu, STR sendiri belum mengeluarkan proyeksi permintaan dan okupansi hotel untuk tahun ini.

“Kebanyakan mitra hotel kami melihat permintaan pada tahun ini hampir sama dengan inaugurasi 2013. Beberapa sudah ada yang terpesan, tetapi masih ada sebagian yang kosong, jadi kami sarankan para pengunjung untuk segera memfinalisasi rencana mereka,” jelas Presiden dan Direktur Eksekutif Destination DC Elliott Ferguson.

Tahun inibisa dibilang unik, sebab selain adanya inaugurasi pada waktu hampir bersamaan terdapat “Women’s March on Washington” untuk memprotes Trump.

Aksi protes itu diprediksi bakal membawa sekitar 200.000 orang sehingga para ahli mengatakan hampir tidak mungkin membedakan mana publik yang datang untuk berdemo atau khusus datang menyaksikan inaugurasi.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me