Polusi Udara Tak Surutkan Penjualan Rumah di Beijing

Big Banner

BEIJING, KOMPAS.com – Kendati polusi udara terus menyelimuti, dan asap di mana-mana, tak membuat penjualan rumah di Beijing menurun.

Sebaliknya, berdasarkan laporan South China Morning Post, penjualan rumah di ibu kota China itu melonjak 119 persen pada 2016 dibandingkan tahun sebelumnya.

Sekitar 8.050 unit rumah terjual di Beijing tahun lalu. Hal ini menandakan masih adanya keyakinan pasar terhadap kota yang memiliki kualitas udara buruk karena diselubungi asap polusi.

Pencapaian tersebut juga diiringi naiknya nilai rumah rata-rata di Beijing yang mencapai 5.500 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 73,8 juta per meter persegi pada 2016 atau naik 10 persen dari 2015.

Temuan ini membuat pemerintah Kota Beijing waspada lantaran dalam periode yang sama kualitas udara di sana berada di level terburuknya.

Indeks pemantau udara Kedutaan Besar AS di Beijing yang berfungsi melacak jumlah partikel PM2.5 mencatat skor 600 pada Desember silam.

Padahal indeks tersebut tidak pernah dirancang untuk melacak kualitas udara lebih buruk dari 500.

Pada bulan yang sama, 871 rumah mewah di Beijing berhasil terjual atau naik 23 persen dari November 2016.

“Kekhawatiran masalah kualitas udara telah membantu penjualan rumah karena masyarakat Beijing sekarang mencari properti yang jauh dari area padat perkotaan atau yang memiliki sistem pembersih udara dalam ruangan yang baik,” kata Direktur Analis Konsultan Real Estat Centaline Property Zhang Dawei.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me