3 Pengembang Ini Beberkan Strateginya Hadapi Tahun 2017

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Tahun 2017 ini masih akan menjadi periode sulit bagi sektor properti kendati trennya semakin positif. Pelemahan perekonomian yang berimbas pada sektor properti juga membuat konsumen lebih selektif menentukan produk yang akan dibeli sehingga kalangan pengembang harus lebih kreatif menawarkan produknya.

Podomoro-Golf-View

Terkait dengan hal itu ada baiknya menyimak beberapa strategi pengembang untuk menjalankan bisnisnya pada tahun ini sebagaimana yang diutarakan oleh PT Jababeka, Agung Podomoro Land, dan Synthesis Development.

PT Jababeka Tbk

Menurut Direktur PT Jababeka Tbk. Sutedja S. Darmono, Jababeka masih akan fokus pada pengembangan kawasan industri yang dipadukan dengan infrastruktur residensial di kawasan industri Jababeka, Bekasi, Jawa Barat. “Kami akan terus berinovasi menciptakan suplai yang akhirnya menjadi demand untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Khususnya kawasan Jababeka, perumahan dan area komersial juga masih akan terus dikembangkan dan kami cukup confident karena selama ini telah berhasil menciptakan pasar yang bisa menembus konsumen menengah atas di kawasan ini,” katanya.

Agung Podomoro Land

“Pasar properti tahun 2017 ini masih sangat menantang namun di sisi lain juga menawarkan peluang yang sangat besar. Dari sisi ini kami masih akan meluncurkan produk baru namun lebih fokus pada apartemen untuk segmen low cost sekaligus ikut menyukseskan program pembangunan sejuta rumah,” ujar Lucky Tedja, Sales Manager Podomoro Golf Viev, sebuah proyek apartemen low cost yang dikembangkan Agung Podomoro berskala kota (60 ha).

Lucky juga menyebut beberapa program pemerintah yang diluncurkan tahun lalu akan bisa mendorong pertumbuhan sektor properti dan meningkatkan daya beli masyarakat. Salah satunya yang sangat potensial adalah program pengampunan pajak (tax amnesty) yang dampaknya akan mulai terasa pada tahun ini.

Syntesis Devlopment

Direktur Synthesis Development Julius J. Warouw meyakini tahun 2017 ini akan banyak properti yang diluncurkan kalangan pengembang dengan ragam yang semakin inovatif. Hal ini juga didorong karena persaingan yang sudah mengglobal dengan masuknya banyak pengembang asing untuk ikut menggarap bisnis properti di Indonesia.

“Tuntutan untuk pengembang sekarang harus inovatif dan kreatif, makanya kami tidak ragu mengubah konsep untuk mendapatkan pasar yang lebih pas. Untuk tahun ini kami masih akan mengembangkan high rise building selain landed house karena potensi untuk segmen ini juga masih cukup besar,” ujarnya.

Sisi kreatif yang digunakan juga bukan berpatokan pada sisi desain maupun konsep pengembangan saja, yang juga penting adalah membuat produk yang dibutuhkan masyarakat. “Tahun 2017 ini eranya generasi milenial yang berusia di bawah 40 tahun yang membutuhkan jaringan internet dan transportasi publik mudah. Dua kelompok ini yang akan menjadi fokus kami ketika meluncurkan produk,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me