Kisah Para Penghuni di Kamar Indekos Bertarif Jutaan Rupiah

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Kamar indekos senyaman hotel berbintang bertebaran di Jakarta. Tarifnya tergolong mahal bagi sebagian besar kalangan yang masih berstatus karyawan kelas menengah, dan bawah. Kisarannya bisa Rp 4 juta sampai Rp 7 juta per bulan.

Meski tarifnya terhitung tinggi, namun buktinya rumah indekos tersebut terisi penuh. Sebab, harga mahal sebanding dengan kelengkapan fasilitas dan pelayanan yang memadai.

Hal tersebut dikisahkan oleh ekspatriat asal Jepang, Michiyo Higashi. Hingga Desember 2016, perempuan yang kerap dipanggil Michi ini, tinggal di kamar indekos di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Setiap bulannya, ia membayar Rp 6,5 juta.

Michi mengaku, tarif itu cukup mahal untuk rumah indekos di Indonesia. Namun, apa yang ia dapatkan cukup sepadan.

“Kamar kos saya cukup bagus. Ada laundry setiap hari, kamar dibersihkan setiap dua minggu sekali,” tutur Michi kepada Kompas.com, Jumat (20/1/2017).

Salah hal favoritnya ialah keberadaan rooftop untuk menemui tamu atau sekadar makan. Tempat itu juga cukup menyenangkan untuk bersantai.

Rooftop-nya ada di lantai 6. Untuk ke sana, saya bisa menggunakan elevator,” ujar Michi.

Lidwina Hana Ratna Maharrini/Kompas.com Rooftop lantai 6 digunakan untuk menerima tamu.

Namun, bagi Michi, hal yang paling menguntungkan tinggal di rumah indekos tersebut adalah lokasinya yang strategis. Rumah indekos tersebut dekat dengan kantornya yang juga berlokasi di kawasan Setiabudi.

“Lokasinya dekat dengan kantor saya. Dan, ya untung penghasilan saya cukup untuk membayar kamar ini per bulan,” kata Marketing Planner di sebuah perusahaan periklanan ini.

Hal serupa juga dialami Ilmi, karyawan di perusahaan operator telekomunikasi. Ia sempat tinggal di kamar bertarif Rp 4,5 juta per bulan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Dengan tarif setinggi itu, Ilmi mengaku mendapat fasilitas yang bagus, dan lengkap. Bahkan ada sarapan untuknya setiap pagi.

“Interiornya bagus, kamar luas, dan ada balkonnya,” kata Ilmi.

Namun kadang Ilmi merasa tidurnya kurang nyaman karena penghuni kamar lainnya kerap pulang dini hari. Maklum, sebagian besar penghuni rumah indekos tersebut merupakan ekspatriat.

Lidwina Hana Ratna Maharrini/Kompas.com Interior kamar kos bertarif Rp 4 juta per bulan.

Ilmi mengatakan, banyak dari mereka yang pulang dini hari usai pulang dari menikmati hiburan malam.

“Ruangannya tidak kedap suara, jadi terdengar suara ramai ketika mereka baru pulang,” imbuh dia.

Rumah indekos yang mirip dengan hotel bintang lima memang tak hanya dihuni oleh pekerja asal Indonesia, tetapi juga ekspatriat. Biasanya, rumah indkos seperti ini menawarkan beberapa tipe kamar dengan tarif yang berbeda.

Salah rumah indekos putri di kawasan Bendungan Hilir, Agora, menetapkan tarif untuk tipe standar yakni Rp 3,5 juta per bulan, tipe deluxe Rp 4 juta per bulan, dan tipe suite Rp 4,5 juta per bulan. Perbedaannya ada pada luas kamar dan pemandangan yang didapat dari kamar.

Menurut Farah, pemilik rumah indekos, penghuni tipe standar biasanya tinggal selama setahun atau lebih.

“Sedangkan tipe kamar dengan di atas Rp 4 juta biasanya penghuninya berganti-ganti, dalam waktu kurang dari setahun,” tutupnya.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me