WNA Bakal Boleh Mengelola Pulau-Pulau Indonesia, Serius?

Big Banner
Foto: Rumah123/iStock

Pulau-pulau di Indonesia kini terbuka bagi warga negara asing (WNA) yang mau berinvestasi. Terutama pada sektor perikanan dan pariwisata. Hal ini dilontarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

“Maksimum pengelolaannya, 70 persen dari wilayah pulau, yang 30 persen tetap dalam penguasaan pengelolaan negara. Dari yang 70 persen itu harus disediakan juga 30 persen lahan hijau atau akses publik,” ujarnya seperti dilansir Okezone, Kamis (19/1).

Baca juga: Ada 1.000 Sertifikat Gratis untuk Tanah di Dolok Sanggul

Akan tetapi, investor WNA tersebut tidak mendapatkan sertifikat hak milik. Hanya hak guna lahan dan bangunan. Ada wacana, pemerintah bakal mengundang para investor untuk mengembangkan pulau-pulau terdepan yang jadi prioritas.

“Kami juga mengundang investor untuk masuk pada sektor perikanan, processing, pabrik, mesin pendingin, dan lain-lain. Kalau tangkap tidak boleh. Kalau resor, itu bagiannya Menteri Pariwisata,” ucapnya.

Akan tetapi, rencana tersebut akan bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945, yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Baca juga: Pengembang Ini Jual Kavling Tanah Juga, Mau?

Jadi, kita lihat saja bagaimana kelanjutan rencana pulau-pulau di Indonesia dikelola oleh orang asing. Apalagi masih ada ribuan pulau di Indonesia yang belum diberi nama.

Terdapat 1.106 pulau siap masuk daftar. Sementara sisanya masih dalam proses mengingat sulitnya pemberian nama sebuah pulau. (Wit)

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me