Tiga Proyek Baru APL Siap Dibangun Tahun 2017

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Perusahaan properti papan atas PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) optimis di tahun 2017 ini akan mampu meningkatkan angka penjualan menyusul membaiknya berbagai indikator makro ekonomi Indonesia.

“Selama tahun 2016 lalu angka penjualan kami diperkirakan naik 20% dibanding tahun sebelumnya. Khususnya penjualan di semester dua. Ada banyak kebijakan pemerintah pro sektor properti yang menopang, seperti kebijakan tax amnesti dan program pengadaan 1 juta rumah. Kami harapkan rebound akan mulai terwujud di tahun 2017 ini,” ujar Agung Wirajaya, Assistant Vice President Strategic Marketing Residensial Agung Podomoro Land, di Jakarta seperti dikutip dari rilis yang diterima MPI Senin (23/01).

Terkait hal itu, tambah Agung, tahun ini selain akan meneruskan pembangunan proyek-proyek properti yang selama ini sudah dan sedang berjalan, seperti Podomoro Golf View (PGV) Cimanngis, Borneo Bay City Balikpapan, Podomoro City Deli Medan dan Vimala Hills. Tahun ini APL juga akan memulai pembangunan hunian properti baru di Jakarta Timur, Batam, dan Karawang.

Untuk itu, bagi yang berencana membeli atau investasi properti di kota besar, sekarang waktunya untuk membeli unit-unit apartemen dari APL. Ada 3 proyek unggulan residensial Agung Podomoro Land yang akan melakukan pembangunan di 2017 ini, yang semuanya terletak di lokasi strategis dan menawarkan rebound keuntungan investasi tinggi.

Orchad View Batam

Sejak dilansir ke publik pada pertengahan Nopember 2016 lalu, sudah lebih 300 peminat yang memesan unit apartemen Orchad View Batam yang rencananya akan mulai dibangun pada awal Maret 2017 tahun ini.

“Peminatnya dari orang Kepulauan Riau sendiri, warga Jabodetabek, dan berbagai kota di Indonesia. Batam adalah pintu gerbang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di masa depan, itu salah satu alasan utama mereka meminati properti di Batam. Harga apartemen di Batam juga masih jauh lebih murah daripada di Singapura dan Kualalumpur,” ujar Agung Wirajaya.

Menempati areal seluas 1,2 hektar ditengah-tengah superblok Agung Podomoro, Orchad Park Batam seluas 42 hektar, bangunan 2 tower apartemen setinggi 26 lantai dari Orchad View Batam akan menawarkan 1.000 unit apartemen tipe studio, 2 bedroom, dan 3 bedroom.

Superblok ini terletak di kawasan Batam Center, hanya perlu sekitar 5 menit menuju dermaga Batam Center yang merupakan dermaga utama feri penyeberangan ke Singapura selama 40 menit perjalanan. Apartemennya menghadap ke kawasan Marina Bay, Singapura. Menawarkan pemandangan ke laut, maupun ke taman kota Batam. Dijual dengan harga rata-rata dari Rp 400 juta hingga Rp 1 miliar, tampaknya apartemen ini akan segera ludes diminati pasar.
Taruma City Karawang

Sejak lima tahun lalu, Agung Podomoro Land telah hadir di Karawang, Jawa Barat, melalui proyek Grand Taruma seluas 48 hektar, di Jalan Tarumanegara, Karawang. Kawasan itu telah berkembang pesat menjadi wilayah hunian dan kawasan bisnis baru di Karawang.

Di tahun 2017 ini, Agung Podomoro Land akan mulai mengembangkan proyek baru yakni Taruma City, seluas 5,5 hektar, di tengah pusat kota Karawang. Kawasan ini direncanakan menjadi central business district (CBD)-nya Karawang, yang didalamnya akan dibangun rumah tapak, kawasan pertokoan, shopping mall, dan juga tower apartemen Taruma City.

“Kebutuhan ruko di Karawang masih sangat tinggi. Banyak pengusaha yang dulu tinggal dirumah sederhana, kini membeli rumah mewah setelah kami hadir,” ujar Rina Irawan, General Manager Grand Taruma, di Jakarta.
Menurut Rina, potensi investasi di Karawang sangat besar, selain adanya infrastruktur jalan tol Jakarta – Cikampek, juga terhubung dengan tol Trans Jawa Cikopo – Palimanan, rencana kereta api cepat Jakarta – Bandung juga akan melintasi wilayah ini. “Dan jangan lupa, pemerintah juga berencana membangun bandara di Karawang,” ujar
Rina Irawan.

Podomoro Park Klender

Terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Klender, Jakarta Timur, proyek apartemen seluas 12 hektar dari Agung Podomoro Land ini telah dilansir dan telah banyak diminati pembeli. Hal ini sekaligus telah mendongkrak harga lahan di sekitarnya.

Rencananya, pembangunannya akan dimulai di tahun 2017 ini. Meski begitu, antrian pembelinya telah bejibun. Semula, harga unit apartemen tipe terkecil ketika pertama kali dijual sekitar Rp 300 juta per unit. Kini, meski pembangunan baru akan dimulai, harga-harga sudah melonjak sekitar Rp 400 juta, dan diperkirakan akan naik sekitar Rp 500 juta per unit pada proses pembangunan selesai nanti. Masih sedikitnya apartemen di Jakarta Timur, sementara kebutuhan sangat tinggi, salah satu yang mendorong kawasan sekitar 25 tower apartemen ini segera ludes diminati konsumen.

“Masyarakat sudah semakin aware, bahwa hunian adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda lagi, karena harganya akan merangkak naik. Proyek-proyek properti baru yang akan kami bangun pun tahun 2017 ini seperti di Batam, Klender maupun Karawang, diharapkan semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi di area tersebut,” Ujar Agung Wirajaya. Agung juga mengingatkan bahwa berdasarkan banyak kajian,pembangunan property dimanapun memiliki multiflier effect yang berdampak positif terhadap lebih 100 sektor ekonomi lokal.

mpi-update.com