Tren Hunian Bergeser ke Barat dan Timur Jakarta

Big Banner

 

JAKARTA – Tren hunian masa depan diprediksi berkembang ke arah barat dan timur kawasan Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi-Cianjur (Jabotabekjur) atau khususnya pada kawasan Tangerang-Maja dan Bekasi-Karawang.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rido Matari Ichwan mengatakan, rencana pembangunan berbagai infrastruktur transportasi massal di Jabodetabek akan membuat waktu tempuh ke Jakarta semakin pendek. Sehingga, kata Rido, dalam beberapa tahun ke depan masyarakat menengah dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan merasa nyaman memiliki rumah di kawasan Maja atau Karawang meskipun aktivitas kerja di Jakarta.

“Hal ini tentunya menjadi peluang bagi para pengembang untuk mengambil manfaat dengan membangun hunian berimbang di kawasan luar Jakarta (Maja-Karawang). Ke depan masyarakat akan dengan senang hati memiliki rumah di wilayah tersebut,” kata Rido di Jakarta, belum lama ini.

Selain itu, lanjut Rido, para pengembang juga memiliki peluang untuk membangun hunian-hunian vertikal di pusat Jakarta. Terlebih, kata Rido, kondisi lahan di ibu kota semakin mengecil, aturan semakin ketat, sehingga pembangunan hunian vertikal merupakan solusi utama untuk dikembangkan.

Menurut Rido, berkembangnya wilayah bagian Barat dan Timur dari Kawasan Metropolitan Jabotabekjur telah sesuai dengan tata ruang Jabodetabekjur yang termuat dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 54 tahun 2008.

Dalam mengawal perkembangan bagian Barat dan Timur tersebut, ungkap Rido, BPIW Kementerian PUPR akan mendorong agar perkembangannya berjalan dalam koridor konsep kota modern, yakni Smart Sustainable City (Kota Cerdas Berkelanjutan).

“Sustainable dengan infrastruktur yang kita bangun, kota berjalan secara berkelanjutan, sampah terkelola, air minum tersedia, sanitasi tersedia dengan baik, aksesibiltas terjalain baik. Artinya, kota tersebut dapat nyaman dihuni dalam kurun waktu yang lama,” katanya.

Sementara itu, Rido menuturkan, pada tahun 2018 dan 2019 berbagai proyek infrastruktur strategis di Jakarta akan selesai dibangun. Seperti dua transportasi masal Ibu Kota dengan sistem Transit Oriented Development (TOD) yakni Light, Rapid Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT) tahap I yang menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI.

Investor Daily

Laila Ramdhini/EDO

Investor Daily

beritasatu.com