Pemprov DKI Percepat Pembangunan 11.229 Unit Rusunawa

Big Banner

Jakarta – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Sumarsono mengatakan, pembangunan 11.229 unit hunian rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di DKI Jakarta akan dipercepat.

Jumlah tersebut, terbagi atas sebanyak 9.270 unit rusun yang akan dibangun dengan menggunakan APBD DKI 2017 dan sebanyak 1.959 unit rusun yang merupakan lanjutan dari pembangunan tahun anggaran 2016. Sehingga, kata Sumarsono, pembangunan seluruh rusunawa yang diprogramkan dalam APBD DKI 2017 dapat rampung pada akhir tahun ini.

“Semua dipercepat pembangunannya. Lelangnya sedang berjalan, kan kemarin sempat mengalami penundaan karena ternyata hasil kajian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) memang banyak masalah dari kualitas bangunan. Makanya tidak salah kalau ditunda,” kata Sumarsono di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (23/1).

Setelah lelangnya selesai, lanjutnya, maka ia akan menginstruksikan Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah segera mempercepat pembangunan seluruh rusunawa. Karena, keberadaan rusunawa sudah sangat ditunggu oleh warga Jakarta yang tidak mampu membeli hunian yang layak dan manusiawi.

“Sekarang, 2017 ini, kemungkinan mulainya dipercepat. Dan segera diperbanyak jumlah unit-unit yang tersedia karena sudah banyak orang yang menunggu,” ujarnya.

Karena itu, kata Sumarsono, dirinya mengharapkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dapat meneruskan pembangunan rusunawa ini setelah mereka kembali dari cuti kampanye.

“Mudah-mudahan sekembalinya dari cuti, Pak Ahok dan Pak Djarot pada bulan depan dapat melanjutkannya. Dan setelah kepemimpinan berakhir pada bulan Oktober, pemimpin daerah DKI Jakarta berikutnya bisa meneruskannya. Saya berharap, permasalahan rumah susun bisa tuntaslah di tahun 2017,” terangnya.

Untuk menjamin tidak ada lagi kontraktor yang bermain dengan kualitas bahan bangunan rusunawa, Sumarsono mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan. Mulai dari saat lelang konstruksi fisik, harus dicek kredibilitas dari kontraktor tersebut dan tidak pernah masuk dalam daftar hitam.

“Lalu, kita lakukan lau enforcement atau penegakan hukum. Kalau melakukan pelanggaran, ya diberhentikan seperti yang sudah-sudah. Jaminannya, kita lakukan double pengawasan,” tegasnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah, Arifin mengatakan, berdasarkan perencanaan anggaran tahun 2016, target pembangunan rusun yang seharusnya selesai pada tahun ini atau single year ada delapan lokasi. Namun semuanya tidak dapat diselesaikan tepat waktu.

Ia menjelaskan dari delapan rusun tersebut, ada dua yang dihentikan pembangunannya permanen karena kontraktornya terkena sanksi daftar hitam. Lalu ada lima rusun yang pembangunannya sempat dihentikan sementara waktu untuk kepentingan audit tes bangunan yang dilakukan Inspektorat Provinsi. Hasilnya sudah keluar, kelima rusun tersebut sudah bisa dilakukan pembangunannya.

Kelima rusunawa tersebut adalah Rusunawa Marunda, Rawa Bebek, Lokbin Semper, Cakung Barat dan Rusunawa Jalan Bekasi Kilometer 2.

Kemudian ada satu lagi pembangunan rusunawa di KS Tubun yang seharusnya selesai pada akhir tahun 2016. Tetapi karena ada keterlambatan pekerjaan fisik, akhirnya pembangunan rusunawa tersebut dilanjutkan ke dalam tahun anggaran 2017.

Keenam rusun ini, direncanakan pembangunannya akan rampung pada pertengahan bulan Februari 2017. Bila keenam rusunawa tersebut benar-benar rampung sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan, maka akan ada penambahan empat tower, 13 blok dan 1.959 unit dari enam rusun tersebut di Jakarta. Anggaran tahun 2016 untuk pembangunan rusunawa yang single year sebanyak Rp 679 miliar untuk delapan lokasi.

Untuk perencanaan tahun 2017, pembangunan rusun dibagi menjadi dua kegiatan. Yaitu, pertama, kegiatan pembangunan multi years (2016-2017) di sembilan lokasi.

Sembilan lokasi tersebut terdiri atas Rusunawa Lokasi Binaan (Lokbin) Rawa Buaya, Penjaringan, Penggilingan, BLK Pasar Rebo, Pulogebang-Penggilingan, Pengadegan, Rawa Bebek, Lokbin Tegal Alur dan Lokbin Rawa Buaya Tower 3, 4, dan 5.

Dari sembilan rusunawa ini, akan dibangun sebanyak 17 tower dengan hunian sebanyak 3.150 unit.

Kedua, pembangunan single year, lanjutnya, akan dibangun rusunawa di lima lokasi. Yakni, Rusunawa Nagrak, Penggilingan, Rorotan, Pulogebang dan Pesing Polri. Dengan jumlah bangunan yang akan dibangun sebanyak 24 tower yang memiliki kapasitas hunian sebanyak 6.120 unit.

“Jadi total yang akan dibangun di sepanjang tahun 2017 ini ada 41 tower dengan total hunian sebanyak 9.270 unit,” ujarnya.

Untuk pembangunan tersebut, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 2,7 triliun.

Lenny Tristia Tambun/FER

BeritaSatu.com

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me