Gedung Tinggi di Jakarta Diwajibkan Miliki FSM

Big Banner

Jakarta – Sejak diterapkannya Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 143 tahun 2016 tentang Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Lingkungan, maka seluruh gedung tinggi di Jakarta, yang memiliki delapan lantai ke atas wajib memiliki Fire Safety Manager (FSM). Aturan itu dituangkan dalam pergub tersebut.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, Subedjo, mengatakan, keberadaan FSM merupakan kepanjangan tangan dari petugas pemadam kebakaran yang bertugas mengawasi kelengkapan alat pemadam kebakaran di gedung-gedung tinggi.

“FSM bertugas mencegah kebakaran dan melakukan perawatan terhadap sarana penanggulangan kebakaran di gedung tempatnya bekerja. Nah nanti mereka akan melaporkan hasil pengawasan dan pemeriksaan sarana penanggulangan pemadam kebakaran di gedungnya kepada kami,” kata Subedjo, Selasa (24/1).

Untuk melatih para FSM agar dapat melakukan pemeriksaan dan pengawasan berkala dan rutin terhadap sarana dan prasarana pemadam kebakaran di gedung tempatnya bekerja, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI sedang melakukan Pelatihan FSM angkatan I di Sentul, Bogor, Jawa Barat, hari ini.

“Secara bertahap kita akan berikan pelatihan sampai nanti seluruh gedung tersebut memiliki FSM,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, di Jakarta ada sekitar 900 gedung yang berklasifikasi wajib memiliki FSM. Yakni gedung yang memiliki lebih dari 8 lantai, memiliki luas 5.000 meter persegi dan dihuni lebih dari 500 orang.

Subedjo menegaskan, FSM merupakan salah satu upaya pihaknya mengatasi kekurangan personel di satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya. Bagi gedung yang nantinya tidak juga memiliki FSM tidak diperbolehkan mengurus perpanjangan sertifikat keselamatan kebakaran.

Direktur PT Soter Brahma Agung, Agung Cahyo mengungkapkan, untuk pelatihan angkatan I diikuti oleh 14 orang yang berasal dari perwakilan 14 gedung. Agung menjelaskan dalam hal ini pihaknya merupakan salah satu lembaga diklat profesi.

“Kami hanya memberikan pelatihan dan sosialisasi. Untuk kompetensi mereka nanti akan diuji kembali oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Kebakaran,” kata Agung.

Lenny Tristia Tambun/FER

BeritaSatu.com

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me