Hanson International Tangguhkan Kerjasama dengan Malaysia di Maja

Big Banner

Direktur Independen PT Hanson International Tbk. (MYRX) Adnan Tabrani mengatakan Mitra bisnis asal Malaysia tersebut yakni Sime Darby Berhad, I&P Group Sdn Bhd, dan SP Setia (Indonesia) Sdn Bhd. Bersama ketiga perusahaan tersebut, MYRX telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pada Agustus 2016 untuk mengembangkan kompleks Citra Maja Raya. Namun ada perkembangan baru dimana mereka berencana menghentikan kerja sama.

“Kami belum tahu secara pasti alasan ketiga mitra tersebut menghentikan kerja sama. Manajemen perusahaan memutuskan untuk mempercayakan penyelesaian pemutusan kerja sama tersebut pada anak usaha perusahaan patungan kerja sama tersebut. Untuk sementara kami diamkan dulu, kami bekukan dulu, kami tidak mau respons. Ada surat dari sana, kami diamkan saja. Kami biarkan orang kami yang waktu itu tanda tangani suratnya di depan Perdana Menteri Malaysia untuk menghadapi mereka,” katanya seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (18/1).

Adnan mengatakan status kerja sama sejauh ini belum batal. Lagi pula, belum ada perkembangan berarti dari hasil keputusan kerja sama keduanya sejak tahun lalu. MYRX memutuskan untuk tetap melanjutkan aksi korporasi yang menjadi bagian dari MYRX, antara lain yakni terus melakukan proses akuisisi lahan di Maja. Menurutnya, bila terjadi pemutusan kerja sama pun tidak ada konsekuensi yang cukup berarti yang harus ditanggung MYRX sebab belum terjadi penanaman modal.

Saat ini, MYRX telah membebaskan lahan sekitar 300 hektar untuk kawasan pengembangan yang direncanakan akan dikerjasamakan. Total perusahaan memperoleh izin lokasi seluas 1.500 hektar di kawasan tersebut.

Kawasan ini berbeda dari kawasan pengembangan Citra Maja Raya I dan II yang dikembangkan Hanson bersama Ciputra. Kedua kawasan tersebut luasnya hampir 1.500 hektar. Saat ini, proyek properti residensial sudah dimulai di sana dan terus dipasarkan.

Semula, dalam kesepakatan kerja sama antara Hanson dan perusahaan Malaysia ini mencakup investasi senilai Rp11,29 triliun di atas lahan seluas 500 hektar.

Penandatanganan MoU disaksikan oleh Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Perdana Menteri Dato Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak serta Ketua World Islamic Economic Forum (WIEF) Tun Musa Hitam. (EKA)

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me