Intiland Targetkan Peningkatan Marketing Sales di 2017

Big Banner

Jakarta – Pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland) menilai pasar properti tahun 2017 akan lebih kondusif dan cenderung membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan menargetkan peningkatan pendapatan penjualan (marketing sales) di tahun 2017 sebesar 35 persen hingga 40 persen dari pencapaian tahun 2016.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono, menilai, tren pasar properti tahun ini akan cenderung bergerak positif. Selain kondisi tersebut, peningkatan target marketing sales juga mempertimbangkan rencana Perseroan untuk meluncurkan dua proyek skala besar tahun ini.

“Ketidakstabilan iklim politik yang memuncak di triwulan IV 2016 membuat kami harus menjadwalkan kembali rencana peluncuran dua proyek baru yang di Jakarta dan Surabaya,” ungkap Archied, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (26/1) petang.

Kedua proyek tersebut, lanjut Archied, merupakan pengembangan mixed-use dan high rise skala besar yang berlokasi di pusat bisnis Jakarta dan Surabaya Barat. Achied menilai, melemahnya pasar properti sepanjang tahun 2016 berdampak langsung pada penurunan kinerja penjualan.

“Ketidakstabilan iklim politik nasional mengakibatkan pasar cenderung mengambil sikap menunggu, meskipun pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang dinilai pro-pasar, seperti penetapan peraturan kepemilikan properti oleh warga negara asing dan pelaksanaan program amnesti pajak,” tambahnya.

Marketing Sales 2016

Di sepanjang 2016, Intiland meraih marketing sales sebesar Rp 1,632 triliun. Nilai pencapaian tersebut lebih rendah 13 persen dibandingkan perolehan tahun 2015 yang mencapai Rp 1,874 triliun.

“Selain akibat melemahkan kondisi pasar, tertundanya peluncuran dua proyek baru tersebut turut menjadi faktor utama yang menekan kinerja penjualan,” kata Archied.

Kontribusi terbesar marketing sales 2016 berasal dari segmen pengembangan kawasan perumahan yang memberikan kontribusi sebesar Rp 648 miliar, atau setara 40 persen dari total pencapaian. Kontributor berikutnya berasal dari segmen pengembangan mixed-use dan high rise dengan kontribusi sebesar Rp 590 miliar, atau setara 36 persen.

Segmen pengembangan kawasan industri berkontribusi sebesar Rp 81 miliar atau 5 persen dari total. Sebesar Rp 313 miliar atau 19 persen dari total nilai marketing sales, diperoleh dari segmen properti investasi yang terdiri dari penyewaan perkantoran, ritel, fasilitas, pergudangan dan industri, pengelolaan lapangan golf serta sarana olahraga.

Archied mengungkapkan, berdasarkan tipenya, pendapatan pengembangan (development income) masih menjadi kontributor marketing sales terbesar dengan pencapaian Rp 1,319 triliun atau 81 persen dari keseluruhan. Sementara kontribusi pendapatan berkelanjutan (recurring income) tercatat mencapai Rp 313 miliar atau 19 persen.

“Segmen properti investasi yang merupakan sumber pendapatan berulang naik 23 persen dibanding tahun lalu, terutama disebabkan beroperasinya perkantoran South Quarter. Kami akan terus meningkatkan kontribusi pendapatan berulang karena memberikan stabilitas bagi operasional dan pertumbuhan perusahaan,” kata Archied.

Selesainya proyek perkantoran sewa South Quarter dan penyewaan fasilitas bangunan pabrik standar (Standard Factory Building) di kawasan Ngoro Industrial Park, menjadi faktor pendorong meningkatkan kontribusi pendapatan berulang.

Segmen lainnya yang relatif membukukan kinerja bagus yakni pengembangan kawasan perumahan. Segmen ini membukukan peningkatan marketing sales sebesar 22 persen, dari Rp 530 miliar di 2015 menjadi Rp 648 miliar di tahun 2016.

“Peningkatan ini terutama ditopang oleh penjualan unit-unit rumah di kawasan Graha Natura di Surabaya dan Serenia Hills di Jakarta Selatan,” kata Archied.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me