Bakrie dan Perumnas Incar Penjualan Rp 500 Miliar

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – KSO Perum Perumnas dan PT Bakrie Pangripta Loka mengincar Rp 500 miliar dari penjualan apartemen Shappire Tower di area pengembangan Sentra Timur Residence (STR), Pulogebang, Jakarta Timur.

Direktur Proyek STR Windoko mengutarakan hal tersebut kepada KompasProperti, Kamis (26/1/2017). 

“Untuk tahun ini kami menargetkan Rp 500 miliar dari penjualan Shappire Tower,” ujar Windoko.

Shappire Tower merupakan menara ketujuh dari total 15 menara dalam area pengembangan 8 hektar, di kawasan Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Tidak seperti enam menara sebelumnya yang diperuntukan bagi masyarakat kelas bawah, Shappire Tower ini dirancang untuk segmen menengah.

Desainnya dibuat lebih menarik dengan tampilan fasad kaca dominan, serta material bangunan dengan kualitas lebih tinggi dari menara-menara yang sudah dibangun.

Windoko menuturkan, Shappire Tower dibangun sebanyak 607 unit dari pengembangan STR Tahap kedua dengan total 2.032 unit.

Kendati didedikasikan untuk kelas menengah, namun harganya masih terjangkau yakni mulai dari Rp 300 juta atau Rp 13 juta per meter persegi.

Shappire Tower ditawarkan sebanyak 607 unit dalam 11 varian, tipe 25 dan 27 (studio), tipe 30 (1 kamar), tipe 36, 36A, 42, 43, 52 (2 kamar), tipe 59, 60, dan 62 (3 kamar).

Ke depan kongsi dua perusahaan ini akan membangun dua central business district (CBD) di atas lahan dengan total luas 10 hektar, sebagai bagian dari pengembangan Sentra Primer Baru Timur (SPBT).

Untuk diketahui SPBT diciptakan dengan dukungan Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 1629 Tahun 1986 tentang Penguasaan Perencanaan untuk Pelaksanaan Pembangunan Kawasan.

SPBT mencakup area seluas 96 hektar di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Perum Perumnas menguasai mayoritas konsesi seluas 44 hektar. Seluas 52 hektar lainnya milik warga Pulogebang dan juga pengembang lain.

KSO Perum Perumnas dan PT Bakrie Pangripta Loka saat ini tengah mematangkan rencana pembangunan CBD I seluas 4,5 hektar, dan CBD II seluas 5,5 hektar. 

“Masih disusun rancangan induknya (master plan). Demikian juga nilai investasinya yang terus berubah sesuai tingkat inflasi. Tapi yang jelas rencana ini sudah matang,” ujar Dewan Eksekutif KSO Perum Perumnas dan PT Bakrie Pangripta Loka Muhammad Nawir.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me