Soal Harta Tak Bergerak, Sandi Nomor Wahid, Djarot Paling Buncit

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta merilis laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta dalam situs www.kpujakarta.go.id.

Laporan harta kekayaan para calon ini bersumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk diumumkan kepada publik.

Salah harta yang dilaporkan dalam LHKPN tersebut adalah harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan cagub dan cawagub.

Dari LHKPN tersebut, calon wakil gubernur (cawagub) nomor urut tiga, Sandiaga Salahuddin Uno menjadi yang paling banyak memiliki aset tak bergerak dengan total kekayaan mencapai Rp 113.516.301.444.

Aset terbesar pria yang karib disapa Sandi itu ada di Jakarta Selatan dengan jumlah tanah seluas 2.508 meter persegi dan 3.694 meter persegi dengan nilai Rp 98.449.516.284.

Sementara sisanya tersebar di Tangerang senilai Rp 74.220.000 dan Singapura serta Washington DC masing-masing sebanyak Rp 7.504.731.000 dan Rp 7.487.834.160.

Di posisi kedua ada calon gubernur (cagub) nomor urut dua sekaligus petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan total harta tidak bergerak sebanyak Rp 16.791.268.000.

Ada pun aset tak bergerak terbesar pria kelahiran Manggar, Belitung Timur 50 tahun silam adalah tanah dengan total luas 727 meter persegi dan bangunan dengan total luas 842 meter persegi di Jakarta Utara senilai Rp 13.973.355.000.

Sedangkan sisanya ada di Belitung Timur berupa tanah dengan total luas 22,4737 hektar dan total bangunan seluas 336 meter senilai Rp 2.817.913.000.

Di posisi ketiga ada cagub nomor urut tiga Anies Rasyid Baswedan dengan total aset tak bergerak sebanyak Rp 9.901.255.000.

Rinciannya adalah tanah seluas 1.655 meter persegi dan bangunan atau rumah seluas 565 meter persegi dengan nilai Rp 8.408.525.000 dan juga tanah seluas 91 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp 1.492.730.000.

Berikutnya di posisi empat dan lima ada cagub dan cawagub nomor urut satu, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni dengan total aset tak bergerak mencapai Rp 6.772.645.000 dan Rp 6.612.333.000 masing-masing.

Harta tak bergerak AHY paling besar ada di Jakarta Selatan berupa tanah dan bangunan seluas 208 meter persegi dan 60 meter persegi sebesar Rp 3.127.530.000.

Sedangkan aset tak bergeral terbesar Sylvi ada di Jakarta Timur dengan nilai sebesar Rp 4.652.310.000.

Sementara itu, posisi paling buncit ditempat cawagub sekaligus petahana Djarot Saiful Hidayat yang memiliki aset tak bergerak sebesar Rp 1.805.499.000.

Dalam LHKPN-nya, Djarot melaporkan kepemilikan tanah dengan total luas 3.587 meter persegi dan bangunan 218 meter persegi senilai Rp 384.489.000 serta tanah seluas 342 meter persegi di Depok dengan nilai Rp 1.421.010.000.

properti.kompas.com