Pengembang Properti Berharap Pilkada Satu Putaran

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pada 15 Februari 2017 mendatang akan dilakukan hajatan politik pemilihan kepala daerah (pilkada). Pilkada tersebut akan diselenggarakan serentak di 101 daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Ada kekhawatiran pesta demokrasi ini membuat pasar properti yang mulai bergerak naik akhir tahun lalu kembali turun.

Summarecon Bekasi : Salah satu proyek yang dikembangkan Summarecon Agung

Ilustrasi

“Ini karena election membuat situasi politik lebih memanas, aksi-aksi demonstrasi yang mulai semarak akan membuat pelaku bisnis properti dan konsumen kembali wait and see,” ujar Margo Khusiono, agen properti Century21 Prioritas di Jakarta, Kamis (26/1).

Konsumen properti baik end user maupun investor, biasanya mempertimbangkan kenyamanan situasi ekonomi dan politik. Mereka bisa saja membeli atau menunda tergantung dari persepsi terhadap situasi. Bila indikator ekonomi cukup baik dan situasi politik bisa dilewati dengan mulus konsumen akan langsung membelanjakan uangnya.

“Saat ini pemilihan kepala daerah di Jakarta membuat suasana politik panas karena Jakarta rujukan nasional. Konsumen akan menahan sampai terpilih gubernur baru dan situasi politik mendingin. Makanya saya berharap proses pemilihan gubernur nanti hanya satu putaran,” imbuhnya.

Susanto Tan, Operating Principal Keller William, broker properti dari Solo menambahkan, bila pemilihan gubernur berlangsung satu putaran dan aman maka pada bulan Maret kondisi pasar properti dipastikan akan kembali membaik. “Tapi kalau sampai dua putaran, situasi membaiknya baru pada pertengahan April dan kalangan pengembang pasti akan menerapkan strategi yang lain,” jelasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me