Pemkot Kupang Bangun 1.250 Rumah Layak Huni

Big Banner

Kupang – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang membangun 1.250 unit rumah layak huni bagi keluarga miskin yang berdomisili di wilayah ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur untuk memberikan akses hunian layak bagi mereka.

“Pembangunan akan dimulai 2017 hingga lima tahun ke depan dengan tahapan dan jumlah sesuai anggaran yang ada,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Felisberto Amaral di Kupang, Jumat (27/1).

Dia menjelaskan, untuk lima tahun ke depan, masing-masing tahun anggaran akan dialokasi 250 unit dengan sasaran keluarga miskin yang masih menempati rumah yang dari aspek kesehatan tidak layak tinggal.

“Seperti berlantai tanah, berdinding bebak dan masih terbuat dari bahan apa adanya, akan menjadi sasaran program,” katanya.

Program tersebut menganggarkan Rp 25 juta untuk setiap unit rumah dan dikerjakan secara gotong royong oleh warga sekitar dengan dikoordinasikan oleh kelurahan.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, warga yang berhak mendapatkan bantuan rumah harus memenuhi syarat antara lain kondisi rumah masih berlantai tanah dan tidak permanen.

Selain itu, warga penerima sasaran harus memiliki izin tinggal dari pemilik tanah jika rumahnya berada di lokasi tanah milik keluarga atau orang lain.

Dia mengatakan, syarat penerima sasaran program pembangunan rumah layak huni untuk 2017 dipermudah oleh pemerintah dalam hal kepemilikan tanah.

Jika sebelumnya keluarga yang akan menerima program harus memiliki lahan sendiri. Namun sekarang juga menjangkau warga yang menempati tanah keluarga atas izin pemilik lahan.

“Ini penting sebagai bagian dari proteksi warga yang akan menerima bantuan. Maka kita butuh perjanjian dan harus di atas 30 tahun,” katanya.

Pihak kelurahan, menurut dia saat ini sedang melakukan pendataan warga yang memenuhi syarat untuk mendapat bantuan yang akan mulai dilakukan sekitar pertengahan tahun anggaran 2017.

“Mudah-mudahan pendataan yang dilakukan pihak kelurahan bisa segera selesai karena setelahnya masih harus diverifikasi agar benar-benar tepat sasaran,” kata Felisberto.

Dengan pembangunan rumah layak huni, maka akan dipastikan setiap keluarga lebih memiliki akses melaksanakan sejumlah kegiatan dan aktivitas lainnya seperti pendidikan dan usaha ekonomi lainnya.

“Pemerintah berharap dengan rumah yang sudah layak didiami itu akan bisa lebih mendorong kemajuan kesejahteraan warga terutama yang miskin di daerah ini,” katanya.

/FER

ANTARA

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me