Pertengahan 2017 Pekerja Informal Bisa Dapat Subsidi Perumahan

Big Banner

Dalam skema pembiayaan perumahan yang baru ini yang disebut Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang pembiayaannya akan menggunakan bantuan dari Bank Dunia. Masyarakat diharuskan menabung terlebih dahulu selama 6 bulan hingga 1 tahun kemudian tabungan ini akan ditambah dengan bantuan uang muka dari pemerintah dan sisanya dicicil melalui perbankan dengan bunga KPR normal.

“Kami bersama Bank Dunia terus mematangkan skema pembiayaan BP2BT ini. Targetnya program ini bisa operasional pada bulan Juni-Juli tahun ini,” ujar Maurin Sitorus, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupea) di Jakarta, Selasa (24/1).

Dia mengatakan Bank Dunia sudah berkomitmen akan menyalurkan dana US$197 juta untuk bisa membiayai sebanyak 715.000 unit rumah bersubsidi. Rata-rata setiap pekerja informal mendapatkan bantuan sebesar Rp27 juta per rumah per orang.

Untuk penyaluran program BP2BT ini pemerintah akan menggandeng beberapa bank pelaksana seperti Bank BTN, Bank BRI, dan Bank Artha Graha. Untuk menjamin keamanan bank, setiap nasabah akan dijamin dengan asuransi Jamkindo untuk menyiasati bila terjadi kredit macet dari pekerja informal ini.

“Ini merupakan program baru untuk membuka kesempatan kepada pekerja informal mengakses perumahan. Untuk program perumahan yang sudah berjalan tetap ada dengan anggaran yang sangat cukup, misalnya untuk KPR FLPP untuk 120 ribu unit rumah, subsidi selisih bunga (SSB) 225 ribu unit, bantuan uang muka (BUM) 550 ribu unit. Jadi tinggal kalangan pengembang dan masyarakat yang mau memanfaatkan program ini,” katanya. (EKA)

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me