Hati-Hati Kelebihan Pasok Sub Sektor Ruang Perkantoran (2)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Februari 2017 menurunkan ulasan tentang permitaan dan pasokan ruang perkatoran. Disebutkan MPI dengan pasokan yang terus bertambah, okupansi ruang perkantoran bakal melorot. Terbukti, pada tahun 2015, ratarata okupansi perkantoran di Jakarta menembus 89,4%. Namun pada akhir tahun lalu, okupansi turun menjadi 84,8%.

Jika Proyeksi hingga tahun 2019 terkejar sementara permintaan tidak mengikuti, hal ini tentunya menjadi lampu kuning bagi pengembang perkantoran. Ferry Salanto, Associate Director Colliers International Indonesia menjabarkan, secara agregat kawasan CBD mengalami penurunan okupansi sebesar 4% (yoy). Sedangkan di luar kawasan CDB menurun hingga 5,8% (yoy).

Di TB Simatupang misalnya, okupansi ruang perkantoran terkerek ke level 77,2%. Bahkan, karena banyaknya pasokan, bahkan ada suatu gedung perkantoran yang okupansi atau tingkat keterisiannya di bawah 60 persen.

“Idealnya saat offi ce (bangunan kantor) beroperasi itu minimal seharusnya 60 persen terisi. Kalau di bawah 60 persen, itu akan sulit buat landlord (pemilik gedung) untuk menutupi operating cost-nya, seperti biaya listrik dan security yang terus jalan,” katanya.

Dari hasil proyeksi Colliers berdasarkan data simulasi, maka rata-rata penyerapan ruang kantor dalam jangka waktu tiga tahun ke depan masih sekitar 250.000 meter persegi/tahun, sedangkan pasokannya sekitar 750.000 meter persegi/tahun.

Kondisi tersebut membuat banyak pemilik gedung mengalami masalah cash-fl ow. Akibatnya, ke depan dirinya memperkirakan masih akan terjadi “perang harga” dan terkoreksinya asking price (harga awal penawaran) gedung perkantoran.

Tidak hanya di tahun 2016 saja, Colliers juga menemukan fakta di lapangan harga penawaran (asking rent) mengalami koreksisejak dua tahun terakhir. Hingga Q4 2016, rata-rata harga sewa kantor di Jakarta di level Rp311.750 per m2 per bulan atau turun 6,2% year-on-year.

Memang, tambah Ferry, asking rent berbeda-beda antara gedung perkantoran premium, grade A, B, hingga C. Untuk kantor grade B dan C, penurunan tarif sewa lebih parah lagi alias anjlok hingga 20% year-on-year. Adapun kisaran harga sewa perkantoran di Jakarta dibanderol mulai Rp200.000/m2/bulan hingga di atas Rp400.000/m2/bulan.

Colliers mencatat sebanyak 18 gedung perkantoran secara signifi kan menyesuaikan harga sewanya lebih rendah dari tahun sebelumnya, sekitar Rp100.000- Rp250.000. Saat ini, tarif sewa gedunggedung kantor tersebut menjadi rerata Rp311.750 per meter persegi per bulan. Ini artinya, tergelincir 6,2 persen.

Ia melanjutkan, biasanya, asking rent ditembak dengan harga tinggi dan susah sekali turun. Akan tetapi, saat ini, di saat permintaan jarang, asking price mau tak mau diturunkan. “Dan, itu pun bisa didiskon lagi,” tegasnya. MPI MRR . Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me