Ahok Pertanyakan Program Agus Membangun Tanpa Menggusur

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Calon gubernur (cagub) DKI Jakarta nomor urut dua sekaligus petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempertanyakan program cagub nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono yang akan melakukan pembangunan permukiman pinggir sungai tanpa menggusur.

Hal itu disampaikannya dalam debat kedua yang berlangsung Jumat (27/1/2017) malam.

“Ada PP nomor 38 tahun 2011 yang jelas mengatakan bangunan yang berdiri di sempadan sungai harus dibersihkan agar sungai berfungsi selayaknya. Di Jakarta ini di sempadan sungainya bukan hanya di daerah aliran sungainya saja, tetapi juga jalan inspeksi 8-10 meter, jadi nggak mungkin membangun,” jelas Ahok.

Kemudian, Ahok bertanya kepada Agus bagaimana cara yang tepat untuk membangun permukiman di sempadan sungai tapi tidak melanggar PP tersebut.

“Ya ini diferensiasinya, kami akan meyakinkan bahwa mempercantik kota bisa tanpa menggusur. Terbuka dengan berbagai masukan dan inovasi, benchmark dengan kota lain yang berhasil, intinya ada goodwill,” jawab Agus.

Baca: Agus Tawarkan Konsep “On Site Upgrading”, Membangun Tanpa Menggusur

Sebelumnya, Agus mengatakan akan tetap berkomitmen membangun permukiman pinggir sungai tanpa melakukan penggusuran.

“Kami meyakini bisa membangun, mempercantik Jakarta tanpa menggusur. Konsep On Site Upgrading membangun dan meremajakan kampung di tempat yang sama serta tidak mencabut kehidupan masyarakat di habitat asli,” tutur Agus.

Menurut dia, cara tersebut bisa dilakukannya dengan memanfaatkan secara maksimal lahan yang ada di pinggiran atau sempadan sungai.

Pasalnya, lahan yang dibutuhkan sedikit berbeda karena dirinya bakal membangun hunian vertikal yang tadinya horisontal di sempadan sungai tersebut.

“Caranya mengalokasikan lahan yang ada karena membangun dari horisontal ke vertikal butuh lahan-lahan yang bisa diguanakan untuk tetap dapat hunian layak dan tidak mengganggu aliran sungai,” tambah Agus.

Pembangunan permukiman ini, lanjut Agus akan paralel dengan pembangunan lingkungan hidup dan akan dilakukan bersama-sama masyarakat.

Agus mengaku telah berbicara dengan banyak aktivis, dan masyarakat di sana pada dasarnya mau bergeser sediki untuk direlokasi dan untuk membangun hunian layak.

“Mereka yakin dengan begitu akan memiliki rusunami bukan rusunawa dan kami juga akan bangun sumber-sumber pekerjaan agar mereka tidak kehilangan pekerjaan dan paling penting statusnya terjaga,” pungkas dia.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me